Sunat Metode Smart Klamp
Hari Jum’at tgl 22 Februari yang lalu, Hafid -buah hatiku yang bontot- telah melalui tahapan terbesar dalam dunia laki-laki : khitan! Alhamdulillah.. Semua berawal dari keinginannya yang sangat besar untuk membeli drum baru yang ‘beneran’ (soalnya drumnya yang lama hanya tam-tam yang beli di dekat terminal Senen). Iseng kuajukan syarat, beli drumnya kalau sudah sunat ya.. eh, dia langsung bilang ok! Nggak nyangka juga sih jawabannya begitu, karena takutnya masih terlalu kecil (Mei nanti baru 5 tahun). Ya sudah, mumpung mau, langsung import Yang Uti dan Yang Kakung untuk menyaksikan moment bahagia ini.
Setelah menghubungi Rumah Sunatan (hasil searching di internet), jam 4 sore kami janji ketemu dokternya. Sebenarnya sih nggak maksa hari itu harus khitan, tujuan utama konsultasi dulu karena Hafid ada sedikit masalah, kata dokter itu phimosis (kelainan bawaan dimana preputium tidak dapat ditarik ke proximal melewati glend penis). Dari Hafid umur 1 bulan sebenarnya sudah disarankan untuk segera dikhitan oleh dokter yang merawatnya, tapi karena nggak ada keluhan yang berarti kami pikir nanti saja kalau sudah agak besar. Dokter Rumah Sunatan mengatakan sudah banyak menangani kasus ini, sehingga aku dan Abang menaruh harapan besar dan memutuskan untuk langsung melakukan khitan hari itu juga dengan metode Smart Klamp. Proses khitannya cukup membuat hatiku menangis karena Hafid nggak tahan oleh rasa sakit mulai dari pembiusan sampai khitan selesai. Mungkin untuk anak normal hal ini akan menjadi sesuatu yang bisa dilalui tanpa rasa sakit. Tapi alhamdulillah, semua sudah selesai dengan lancar.
Selama 2 hari Hafid masih terus menangis kesakitan. Hari ketiga dia sudah menemukan kembali keceriannya, sudah bisa memakai celana, berlari, menendang, loncat seperti spiderman, dan menjalankan aktivitas ngedrum tanpa henti seperti hari-hari biasanya. Hari Selasa akhirnya aku bertekad memenuhi janjiku untuk membelikan drum beneran yang kecil. Pulang kantor langsung menuju Wijaya Music di Blok M (setelah seharian nyari di internet toko yang jual drum junior). Untung mereka masih ada stock. Sesampainya di rumah wajah ceria Hafid menghiasi rumah kami malam itu dan hari-hari berikutnya. Aku dan Abang sangat bahagia melihat reaksinya.
Hari Kamis waktunya copot klamp, proses yang harus dilalui juga cukup menyakitkan untuk Hafid karena luka akibat guntingan phimosisnya itu. 12 jam lebih aku mencoba, akhirnya berhasil juga. Sebenarnya tidak tega mencopot sendiri, tapi mengingat Hafid sudah trauma dengan dokter ya mau tidak mau harus kukuatkan hatiku. Sekarang dia masih dalam masa penyembuhan, untung ada Yang Uti yang selalu rajin mengompres lukanya dengan betadin dan rivanol (makasih ya Yang..) Mulai kemarin Hafid sudah bisa memakai celana lagi. Cepat sembuh ya sayang, doa Ibu menyertaimu Nak…Ibu bangga kepadamu.
Maret 5, 2008
yakin bontot ?…
wuih selamat deh wlo ga diundang makan2nya..
hebat bli drum…
hiii..hi….
namanya ga ganti kan jadi DRAMAJI (org y penabuh drum) kan?
kalo…
pemetik gitar ? = GITAROLIS
pembetot bass ? = BASUKI
pemegang mix ? = MIX….KIR dulu ya…..
****SELAMAT DATANG DI DUNIA BLOG*****
walopun bukan sapa2, aku juga ikutan bangga ma adik Hafid. Pokoknya kalo urusan bangga, seneng, gratisan, aku ikut. He2.
Buat dik hafid, tak doain deh bisa jadi drummer sejati. Seorang drummer yang akan menggebuk setiap bass kejahatan dan snare kebusukan, serta menginjak-injak tiap pedal kemungkaran di muka bumi ini.
Semangat latihan dan jangan lupa belajar ya dik Hafid!!!
Selamat ya buat Hafid…buat ibunya juga selamat, ga pake acara “maksa”, sekarang tinggal cari kursus drum-nya bu…..cuman, kok kita ga diundang makan-makan neh..=)
Thanks om dan tante atas doa untuk Hafid, semoga diijabah Allah SWT ya…amin…
Wah, selamat ya. Ga apa2 udah lama juga. Saya rencananya mau nyunatin anak saya, lagi pilih2 tempat. Saya agak kuatir kalo pake clamp solnya waktu mau nyabut clampnya sakit. Anak saya nggak tahan sakit. Suka rewel. Ada saran?
***Kalau Hafid kebetulan kan memang punya masalah ya pak, tapi kalau saya lihat di vcd yang diberikan oleh rumah sunatan sepertinya model di vcd tersebut tidak tampak kesakitan. Semoga lancar-lancar saja ya pak, salam buat putra bapak…***
congrat utk hafid ya. bole tau rumahsunatan yg di mn n dokternya siapa? renc mo ngajak si kecil utk sunat. kebetulan usianya juga belum genap 5thn niy. boleh sharing lwt imel?thx
***Senang berkenalan dengan anda bunda….kalau ingin tahu lebih lanjut tentang rumah sunatan silakan langsung klik saja pada link rumah sunatan pada postingan di atas. Salam buat ananda ya…***
hebat, SELAMAT ya.. oya, sakit stlh dicopot klamp nya brp lama? mslhnya saya jg dilema, sbg seorg ibu sy takut sikecil merintih kesakitan nich.. sikecilQ rencananya bsk sabtu tgl 2 mei mau sunat dgn metode smartklamp di rmh skt Phc sby (rujukan dr kntr papanya.
tlg dech bagi2 infonya y..? Tk
***Wah, selamat untuk si kecil ya bu… Untuk metode ini sih pengalaman Hafid kemarin sekitar 1 minggu ya masa pemulihannya. Sebenarnya itu untuk pemulihan luka karena kelainan yang dideritanya, kalau luka karena sunatnya sendiri cepet kok, lingkaran kulit hitam bekas guntingannya cepat lepas sendiri kok asal rajin ngompresnya ya. Kalau saya kemarin ngompresnya pakai betadine dan rivanol secara bergantian. Kasa yang dibasahi betadine/rivanol dibungkuskan ke luka selama 5 menit saja, cukup dipegangi tidak perlu diplester. Saya lakukan setiap 1 jam sekali bergantian. Terus juga harus dijaga kebersihan setelah si kecil pipis, karena banyak kuman yang menempel, takutnya infeksi. Semoga lancar dan cepat sembuh ya bu…***
sy mau share , temen abis sunat smart klemp .kok penisnya jadi pendek . apa penis gak di meter dulu yg akan di buang. kalau sy liat di potongnya sih hampir dari pangkal2 nya. jadi skrg kalau ereksi , posisi penis itu berbulu
karena penis mau memanjang tapi seperti tertahan , krn udah gak ada ruang lagi , kira2 itu gimama ya?
wah, mungkin saya tidak berkompeten untuk menjawab, saya tidak punya latar belakang medis, saya hanya bercerita disini berdasarkan pengalaman. mungkin ada teman-teman yg bisa membantu menjelaskan? terima kasih