Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran

Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan No. S-4280/PB/2009 tanggal 28 Juli 2009 perihal Pengungkapan Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran, terdapat aturan mengenai bagaimana perlakuan akuntansi jika terdapat kas yang dikelola oleh Bendahara Pengeluaran selain Uang Persediaan.

Beberapa kemungkinan adanya kas pada Bendahara Pengeluaran dapat terjadi karena:

A. Adanya potensi pendapatan yang akan menambah pendapatan satker pada periode setelah tanggal neraca, meliputi:

  1. Bunga dan Jasa Giro Rekening Bendahara yang belum disetor ke kas negara pada tanggal neraca yang belum menerapkan Treasury National Pooling
  2. Pungutan pajak yang belum disetor ke kas umum negara pada tanggal neraca
  3. Pendapatan hibah langsung berupa uang yang ditampung pada rekening Bendahara Pengeluaran
  4. pengembalian belanja yang belum disetor ke kas negara

Jika terdapat kas di Bendahara Pengeluaran pada tanggal neraca yang nantinya akan menjadi pendapatan seperti contoh di atas, maka dalam SAKPA (Update terbaru) silakan diinput melalui Menu Jurnal Aset dengan jurnal sebagai berikut:

D     111821     Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran

K      212411            Pendapatan yang Ditangguhkan

Dengan adanya jurnal ini maka pada Neraca Satker nantinya di sisi aset lancar akan muncul Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran, sedangkan di sisi Kewajiban Jangka Pendek akan muncul Pendapatan yang Ditangguhkan. Hal ini menginformasikan kepada pembaca laporan keuangan bahwa terdapat uang kas yang masih ada di Bendahara Pengeluaran yang pada tanggal neraca belum sempat disetor. Kas ini merupakan kewajiban Satker dalam waktu dekat untuk menyetor ke kas umum negara sebagai pendapatan.

Pada awal periode berikutnya, jurnal ini sebaiknya dihilangkan kembali dengan membalik jurnal tersebut sebagai berikut:

D   212411    Pendapatan yang Ditangguhkan

K   111821         Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran

Pada saat kas tersebut benar-benar telah disetor ke kas umum negara, maka lakukan perekaman dokumen sumber, sehingga pada Laporan Realisasi Anggaran Satker akan muncul Pendapatan.

B. Adanya kewajiban satker kepada pihak lain, yaitu: Jika ada dana yang berasal dari SPM LS kepada Bendahara Pengeluaran seperti uang honor atau SPPD yang belum dibagikan, maka perlakuan akuntansinya adalah sebagai berikut:

D    111821    Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran

K    211291         Utang Kepada Pihak Ketiga Lainnya

Pada saat neraca satker dicetak, maka akan ada informasi bahwa di sisi aset lancar terdapat Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran, sedangkan di sisi kewajiban jangka pendek terdapat Utang kepada Pihak Ketiga Lainnya. Hal ini menandakan bahwa terdapat uang kas yang belum diberikan oleh satker kepada pihak yang berhak menerima.

Pada awal periode berikutnya, jurnal ini sebaiknya dihilangkan kembali dengan membalik jurnal tersebut sebagai berikut:

D   211291   Utang kepada Pihak Ketiga Lainnya

K   111821         Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran

Pada saat kas tersebut benar-benar telah dibagikan kepada yang berhak menerima, maka kas yang ada di bendahara pengeluaran tidak ada lagi.

Perlakuan akuntansi ini menurut penulis setelah berdiskusi dengan teman-teman di UAPPA-E1 Ditjen Perbendaharaan, ada yang dirasa kurang pas. Untuk potongan pajak yang belum disetor seharusnya dari kacamata Satker yang memotong tidak pas jika dianggap sebagai pendapatan yang ditangguhkan, karena ini adalah potensi pendapatan bagi Ditjen Pajak, bukan Satker yang bersangkutan. Sehingga menurut hemat kami seharusnya masuk sebagai Utang kepada Pihak Ketiga Lainnya. Nanti pada saat konsolidasian barulah akun ini diubah menjadi Pendapatan yang Ditangguhkan karena sudut pandang konsolidasian adalah sudut pandang sebagai negara. Masukan atas perbaikan hal ini telah kami lakukan, semoga segera mendapat tanggapan.

About these ads

11 comments on “Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran

  1. waduh, ternyata masih harapan utk mendapatkan tanggapan, tak kira udah ada kesimpulan ttg perlakuan pajak yg belum disetor itu :hammer:

    but, nais inpoh juragan, ijin nyimak :mrgreen:

    • idealnya begitu mas, ini untuk mengantisipasi jika uang persediaan sudah disetor tetapi ternyata masih ada uang lain di rekening koran bendahara. Nah treatmentnya seperti postingan di atas.

  2. terima kasih atas treatment-nya untuk Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran. tolong minta pendapat dari Ditjen Perbendaharaan apabila ada “Kas Lainnya di LUAR Bendahara Pengeluaran” dan berasal dari dana off-DIPA. Saya menemukan kasus sbb:
    Di madrasah-madarasah (MI dan MTs) negeri (sbg salah satu dari satker kementerian agama) mempunyai DIPA tersendiri, namun di TA 2009, dana BOS masih disalurkan melalui Kanwil Depag dari mata anggaran bantuan sosial. pada 31 des 2009, masih ada saldo dana tersebut. Bendahara dana BOS tentunya berbeda dengan Bendahara Pengeluaran DIPA, meskipun sejak tahun 2009 ini, penerimaan dana BOS dilakukan melalui rekening bank Bendahara Pengeluaran (rekening bank bendahara BOS sudah diblokir oleh bank (katanya atas perintah dari Ditjen Perbendaharaan). Untungnya, di TA 2010 dana BOS bagi madrasah negeri sudah masuk di DIPA madrasah yg bersangkutan.
    selain dari dana BOS, di madrasah juga terdapat dana Komite Sekolah yang berasal dari iuran siswa, yang juga digunakan untuk mendukung operasional kegiatan sekolah. dan pada 31 des biasanya juga ada saldo Kas.
    Dana DIPA dan Dana BOS dan/atau dana Komite tersebut biasanya digabungkan menjadi RABM (rencana anggaran dan belanja madrasah)supaya tidak terjadi tumpang-tindih penganggaran. dengan demikian, penggunaannya sebenarnya saling mendukung, meskipun yang saya lihat di satu MTsN dan satu MAN, madarasah tidak membuat laporan realisasi anggaran untuk dana BOS/Komite yang bisa membandingkan antara anggaran dan realisasinya.
    bagaimana perlakuan saldo dana BOS dan Komite tersebut mnrt ditjen Perbendaharaan? Bukankah sebaiknya dana tersebut dimasukkan dalam neraca dan laporan realisasi anggaran dana tersebut dilampirkan dalam LK madrasah, mengingat “kehidupan” madrasah berasal dari semua dana tersebut, bukan hanya yg dari DIPA?
    satu lagi, terkait rekening Bendahara BOS yg diblokir tadi oleh bank tadi, menurut surat dari BRI, pemblokiran tersebut didasarkan Surat Meneteri Keuangan No. S.8897/KM.5/2008 tgl 31-12-2008. Pada saat diblokir, masih ada saldo dana yang di rekening tersebut, dan masih tercatat di BKU. tetapi pihak madrasah tidak dapat mengambil dan menutup rekening tersebut, sehingga sampai saat ini di BKU masih terdapat saldo dana BOS tahun 2008 yg “nggantung” dan akan terbawa terus, entah sampai kapan. (untuk kasus ini, sy baru menemukan satu, tapi tidak menutup kemungkinan rekening-rekening BOS di MTs dan MI yg lain juga seperti itu). Bagaimana sebenarnya kebijakan pemblokiran rekening ini?

    • terima kasih atas pertanyaan ibu, namun jika ibu menuliskan disini berarti yang muncul sebagai jawaban hanya pendapat pribadi. saya akan coba teruskan kepada helpdesk Direktorat Akuntansi dan Pelaporan di Ditjen Perbendaharaan, semoga bisa membantu ibu nantinya. terima kasih

  3. Terima kasih atas informasi yang sangat berguna ini, tapi saya ada sedikit pertanyaan untuk huruf A angka 4, yaitu atas pengembalian belanja yang belum disetor ke kas negara.
    Jika pengembalian atas belanja tersebut tidak berada dalam penguasaan bendahara tapi pada pihak lain, (co: ada sisa belanja atas keg. pemeriksaan namun dana tsb masih ada pada tim pemeriksa dan belum diserahkan ke bendahara untuk di-SPJ-kan), bagaimana perlakuannya? apakah sama dengan yang dijelaskan di atas atau kondisi di atas hanya berlaku untuk pengembalian belanja yang benar2 ada di bendahara.

  4. Apakah penjelasan kas di bendahara pengeluaran ini di dalam LK masuk pada informasi pendapatan dan belanja secara akrual?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s