Panduan Langkah-langkah Akhir Tahun Penyusunan Laporan Keuangan TA 2009 bagi Satker Lingkup Ditjen Perbendaharaan

Panduan Langkah-langkah Akhir Tahun ini disiapkan oleh Biro Perencanaan dan Keuangan Departemen Keuangan sebagai panduan untuk masing-masing Eselon 1 di Departemen Keuangan dalam menyusun Laporan Keuangan Tahunan TA 2009. Karena kami adalah UAPPA-E1 Ditjen Perbendaharaan, ada beberapa hal yang kami sesuaikan dengan transaksi-transaksi yang ada di Ditjen Perbendaharaan. Untuk satker selain Ditjen Perbendaharaan silakan menyesuaikan kembali dengan kondisi masing-masing. Ada beberapa lampiran yang akan kami sampaikan, namun tidak dapat kami share di sini. Untuk teman-teman UAPPA-W Ditjen Perbendaharaan silakan menghubungi aklap.setditjenpbn@gmail.com untuk mendapatkan lampiran tersebut.

Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

Penyusunan LRA  meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 

Anggaran Pendapatan dan Anggaran Belanja

1)       memastikan bahwa pagu total setelah revisi UAPPA-W adalah sama dengan rekap pagu dari UAPPA-E1 per 31 Desember 2009 (terlampir).

2)       Melakukan pengecekan  kesesuaian data pagu pada DIPA/revisi DIPA dan SKPA dengan Laporan Realisasi Anggaran Belanja yang telah direkonsiliasi secara berjenjang dengan KPPN dan Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan setempat

3)       Melakukan pengecekan kesesuaian data estimasi PNBP dengan Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan.

Realisasi Anggaran pendapatan meliputi :

1)       Jenis pendapatan: meneliti kebenaran mata anggaran yang ada di LRA dengan Bagan Akun Standar serta tupoksi dari satker yang bersangkutan

2)       Realisasi Pendapatan: melakukan verifikasi kesesuaian jenis pendapatan dengan tupoksi satker yang bersangkutan

3)       memastikan bahwa Pendapatan Jasa Perbendaharaan/TSA tidak di input di aplikasi SAK

4)       memastikan bahwa total realisasi pendapatan per 30 Juni 2009 sesuai dengan laporan yag dikirimkan ke UAPPA-E1 sebelumnya

5)       Terhadap satker yang sudah menerapkan Treasury Notional Pooling (TNP) untuk rekening bendahara pengeluaran, jasa giro dari rekening tersebut tidak dibukukan oleh satker bersangkutan tetapi merupakan pendapatan kantor pusat DJPB. Bagi satker yang belum menerapkan TNP maka jasa giro dari rekening bendahara pengeluaran dibukukan pada satker yang bersangkutan. Apabila per 31 Desember 2009 masih terdapat saldo di rekening bendahara pengeluaran, maka dibukukan sebagai kas lainnya pada utang pihak ketiga lainnya dan dijelaskan dalam CaLK.

Realisasi Anggaran Belanja meliputi:

1)       Kebenaran klasifikasi belanja: Meneliti kebenaran mata anggaran yang ada dalam LRA dengan Bagan Akun Standar (BAS) serta tupoksi satker yang bersangkutan

2)       memastikan bahwa total realisasi belanja per 30 Juni 2009 sesuai dengan laporan yang dikirimkan ke UAPPA-E1 sebelumnya

3)       memastikan bahwa tidak ada sisa pagu minus, dan/atau pengembalian belanja yang tidak terdapat F/SF/P/K/SK

4)       Kebenaran jumlah belanja : Melakukan verifikasi kesesesuaian realisasi anggaran dengan pagu anggaran yang ada di LRA

5)       Pengembalian belanja : Apabila terdapat pengembalian belanja pada tahun anggaran yang sama dengan realisasi belanja, agar diisi kode kegiatan dan sub kegiatannya

6)       Pengembalian TKPKN : Pengembalian TKPKN harus dikembalikan melalui penyetoran ke Kas Negara dengan kode akun 512411 dan satuan kerja 015.01.0199.409294 (kode satker KP Sekretariat Jenderal). Apabila terdapat pengembalian TKPKN yang tidak menggunakan kode satker KP Sekretariat Jenderal agar dibuat Berita Acara perbaikan data (dokumen sumber) dan dilakukan rekonsiliasi ulang dengan KPPN. Selanjutnya Berita Acara perbaikan dan SSBP pengembalian TKPKN tersebut diminta dan diserahkan ke KP Sekretariat Jenderal  (Biro Umum);

7)       Melakukan pengecekan rekonsiliasi belanja secara berjenjang antara SAK dan SAU dengan KPPN/Kanwil DJPB setempat

 Neraca Percobaan 

memastikan bahwa kode perkiraan terkait BMN dan jumlah tiap perkiraan  pada Neraca Percobaan Laporan UAPPA-W sudah sesuai dengan  Laporan Posisi BMN di Neraca pada Laporan UAPPB-W

 Penyusunan Neraca

Aset Lancar

1)      Kas di Bendahara Pengeluaran

Melakukan pengecekan kesesuaian angka dengan dokumen pendukung berupa:

-          Berita Acara Penutupan Kas;

-          Register Penutupan  Kas, dan;

-          Rekening Koran Bank per 31 desember 2009 dilampirkan pada Laporan Keuangan;

-          Memastikan nilai Kas di Bendahara Pengeluaran hanya atas Uang Persediaan (UP) yaitu cash on hand, cash in bank, maupun kuitansi yang belum dipertanggungjawabkan.

-          Apabila masih terdapat sisa Uang Persediaan (UP) per 31 Desember 2009 agar diungkapkan pada Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) beserta tanggal penyetorannya.

2)      Kas Lainnya Di Bendahara Pengeluaran (sesuai S-4280/PN/2009 tentang Pengungkapan Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran)

Apabila terdapat sejumlah uang di bendahara pengeluaran yang belum disetor/diserahterimakan, maka dilakukan pencatatan:

-       Penerimaan Jasa Giro yang belum disetor per 31 Desember 2009, Pengembalian Belanja yang belum disetor dicatat sebagai :

                                        (D)     Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran  (111821)

                                                        (K)     Pendapatan Yang Ditangguhkan   (212411)

-       Belanja (LS) yang sudah diterbitkan SP2D, tetapi belum dibayarkan kepada yang berhak (saldo masih terdapat pada rekening bank maupun cash on hand Bendahara Pengeluran) dicatat sebagai :

                                        (D)     Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran  (111821)

                                                         (K)     Utang Kepada Pihak Ketiga Lainnya  (211291)

3)      Piutang Bukan Pajak

-       Dokumen sumber yang digunakan adalah tagihan dari pihak ketiga yang pada akhir periode akuntansi belum dilakukan pembayaran Per 31 Desember 2009.

-       Pengungkapan akun piutang bukan pajak dalam Catatan atas Laporan Keuangan diberikan penjelasan yang meliputi rincian piutang pajak berdasarkan:

  • umur piutang bukan pajak;
  • piutang bukan pajak yang diusulkan untuk dihapuskan; dan
  • piutang bukan pajak yang dihapuskan dalam tahun berjalan.

-       piutang bukan pajak merupakan jumlah total dari persekot gaji/piutang lain yang jatuh tempo pada TA 2010 (form daftar piutang terlampir)

4)      Bagian Lancar TGR

-       Apabila terdapat TGR pada satker, per 31 Desember 2009 harus dipisahkan berapa TGR yang kemungkinan akan tertagih dalam waktu 12 bulan yang akan datang (piutang lancar) dan berapa sisa yang akan tertagih setelahnya;

-       Terhadap TGR yang tidak tertagih dalam satu tahun anggaran yang akan datang dicatat sebagai Tagihan TGR;

5)      Persediaan

-       Melakukan opname fisik/stock opname barang persediaan per 31 Desember 2009 yang dituangkan dalam Berita Acara Hasil Opname Fisik dan dilampirkan pada Laporan Keuangan;

-       Melakukan penginputan transaksi pada aplikasi persediaan yaitu mutasi tambah, mutasi kurang dan menginput hasil opname fisik tersebut;

 Aset Tetap

-       Memastikan bahwa saldo tiap perkiraan pada neraca per 31 Juni 2009 sudah sesuai dengan saldo “neraca UAPPA-W versi UAPPA-E1”.

-       memastikan bahwa revaluasi yang terekam dalam aplikasi SIMAK BMN sudah sesuai dengan Berita Acara Revaluasi (LP-01) dari DJKN

-       Melakukan pengecekan kesesuaian realisasi belanja modal (akun 53) pada SAK dengan mutasi aset pada SIMAK-BMN yaitu pembelian (101), pengembangan nilai aset (202), perolehan KDP (502), pengembangan KDP (503) dan aset tetap dalam renovasi (dari SAK);

-       Melakukan pengecekan apakah ada pembelian aset dengan menggunakan belanja barang (akun 52), apabila ada nilai tersebut dikapitalisasi dan diinput ke SIMAK BMN dan diungkapkan ke dalam CaLK;

-       Diinformasikan bahwa mutasi BMN yang bukan berasal dari belanja modal agar dicantumkan dalam Catatan atas Barang Milik Negara/CALBMN (adanya transfer masuk/keluar, hibah, penghapusan, atau lainnya) termasuk transaksi hasil penilaian aset oleh DJKN.

Pengecekan secara rinci per akun aset tetap sebagai berikut:

1)       Tanah

-       Data penambahan pembelian tanah harus sama dengan realisasi belanja modal untuk tanah;

-       Bila terdapat realisasi belanja modal tanah untuk proses sertifikasi tanah tetapi belum selesai pada periode 31 Desember 2009, maka dibuatkan jurnal neraca dan dibukukan sebagai KDP serta dijelaskan dalam CALK tentang kondisinya;

-       Memastikan bahwa dalam neraca per 31 Desember 2009, tidak ada lagi akun Tanah Sebelum Disesuaikan.

-       Apabila terdapat koreksi penambahan dan pengurangan tanah yang bukan berasal dari realisasi belanja

2)       Gedung dan Bangunan

-       Data penambahan aset yang berasal dari pembelian Gedung dan Bangunan dalam SIMAK-BMN harus sama dengan realisasi belanja modal untuk gedung dan bangunan. Bila tidak sama harus dicek dengan akun KDP dan Aset Tetap Lainnya;

-       Khusus terhadap belanja pemeliharaan yang tidak menambah kuantitas, kualitas, kinerja dan/atau menambah umur aset maka tidak dikapitalisasi dalam Gedung dan Bangunan.

-       Penerimaan aset renovasi dari satker lain, dicatat dalam SIMAK-BMN pada menu perubahan >> penerimaan aset dari pengembangan aset renovasi;

-       Memastikan bahwa dalam neraca per 31 Desember 2009 tidak ada lagi akun Gedung dan Bangunan sebelum disesuaikan.

3)       Peralatan dan Mesin

-       Data penambahan aset yang berasal dari pembelian Peralatan dan Mesin dalam SIMAK-BMN harus sama dengan realisasi belanja modal untuk peralatan dan mesin;

-       Apabila satker menerima transfer masuk aset dari kantor pusat disertakan dengan berita acara serah terima beserta harga perolehannya;

-       Apabila satker menerima transfer masuk aset dari kantor pusat dan tidak terdapat harga perolehannya, satker bersangkutan dapat meminta bantuan kepada KPKNL setempat untuk menilai harga wajarnya;

-       Khusus untuk transfer masuk aset dari BA 999 maka satker bersangkutan harus membukukan terlebih dahulu dalam LK BA 999, baru dilakukan transfer keluar dan dilakukan pembukuan transfer masuk oleh satker BA 015 berdasarkan BAST dari DJA ke Setjen Kementerian Keuangan (BA 015);

-       Apabila transfer data dari SIMAK-BMN tidak sama dengan jurnal korolari di SAK maka dokumen sumber harus dicek ulang. Pastikan bahwa data aset sudah termasuk dengan pajak dan biaya lainnya;

-       Memastikan bahwa dalam neraca per 31 Desember 2009 tidak ada lagi akun Peralatan dan Mesin Sebelum Disesuaikan.

4)       Jalan, Irigasi dan Jaringan

-       Data penambahan aset yang berasal dari pembelian Jalan, Irigasi dan Jaringan dalam SIMAK-BMN harus sama dengan realisasi belanja modal untuk Jalan, Irigasi dan jaringan;

-       Memastikan bahwa dalam neraca per 31 Desember 2009 tidak ada lagi akun Jalan, Irirgasi dan Jaringan  Sebelum Disesuaikan.

5)       Aset Tetap Lainnya

-       Memastikan bahwa realisasi belanja modal aset tetap lainnya sebagai penambah akun Aset Tetap Lainya pada satker bersangkutan;

-       Terhadap satker yang mempunyai belanja modal untuk renovasi gedung dan bangunan tetapi bukan sebagai kuasa pengguna barang, sebelum diserahterimakan kepada kuasa pengguna barang, dicatat terlebih dahulu sebagai aset tetap lainnya melalui jurnal neraca pada SAK;

-       Setelah dilakukan serah terima kepada satker pemilik gedung dan bangunan, direklasifikasi dari aset tepat lainya dengan menggunakan jurnal neraca pada SAK.

6)       Konstruksi Dalam Pengerjaan

-       Realisasi belanja modal tanah, peralatan dan mesin maupun gedung dan bangunan untuk pembangunan gedung baru yang melalui beberapa termin dan belum selesai pada saat tanggal neraca harus dicatat di SIMAK-BMN pada menu Konsruksi Dalam Pengerjaan >> sebagai Perolehan KDP >> termin berikutnya sampai termin terakhir >> pengembangan KDP >> setelah ada berita acara serah terima aset melalui menu Perolehan >> Penyelesaian Pembangunan;

-       Realisasi belanja modal tanah, peralatan dan mesin maupun gedung dan bangunan untuk pengembangan aset gedung dan bangunan yang melalui beberapa termin harus dicatat di SIMAK-BMN pada menu Konstruksi Dalam Pengerjaan >> sebagai perolehan KDP >> termin berikutnya sampai termin terakhir>> pengembangan KDP >> setelah ada serah terima aset melalui menu perubahan >> Pengembangan dengan KDP.

Aset Lainnya

1)       Tuntutan Ganti Rugi/Tuntutan Perbendaharaan

Terhadap TP/TGR yang jatuh tempo lebih dari satu tahun (12 bulan) dicatat ke dalam kelompok aset lainnya sebagai TP/TGR melalui jurnal neraca pada SAK. Realisasi pendapatan TGR disetor ke kas negara dengan SSBP dengan kode akun 423922. Realisasi pendapatan tersebut mengurangi jumlah TGR.

2)       Aset Tak Berwujud

-       Semua aset tak berwujud yang diperoleh dari Belanja Modal Fisik lainnya maupun dari pos belanja lainnya dicatat sebagai aset tak berwujud melalui SIMAK-BMN, termasuk software yang diperoleh sebelum tahun 2008.

-       Aset tak berwujud yang tidak digunakan dalam operasional pemerintah, dikeluarkan dari neraca (write off) dengan surat keterangan dari pejabat yang berwenang.

3)       Aset Lain-lain

-       Aset tetap rusak berat yang tidak digunakan lagi dalam kegiatan operasional satker, direklasifikasi dari kelompok aset tetap menjadi aset lain-lain pada laporan BMN pada menu Transaksi >> Penghentian BMN dari penggunaan;

-       Dalam SAK TA 2009 sudah tidak perlu lagi melakukan jurnal neraca untuk mencatat aset yang sudah rusak berat.

-       Aset tetap rusak berat yang telah direklasifikasi menjadi aset lain-lain dan digunakan kembali dalam kegiatan operasional pemerintah (renovasi, pengembangan, dsb), dicatat kembali sebagai aset tetap.

Utang

Perkiraan Belanja Barang yang Masih Harus Dibayar ditampilkan pada neraca UAPPA-W jika terdapat belanja yang masih harus dibayar per 31 Desember 2009. Misal: tagihan listrik, air, telepon, pengadaan barang/jasa yang telah diterima namun belum dibayar, dsb (selengkapnya dapat dilihat pada Perdirjen PBN No. 62/PB/2009 tentang Tata Cara Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja Secara Akrual pada Laporan Keuangan).

 Ekuitas

Angka-angka pada pos ekuitas dana dicek kesesuaiannya terhadap angka pos pasangannya pada aset dan utang.

 

 Monitoring Klarifikasi Aset Tetap

a)      Melakukan pengecekan saldo SIMAK-BMN oleh tim penertiban aset, apakah datanya sama

b)      Memastikan semua aset tetap telah dilakukan inventarisasi dan penilaian oleh DJKN dan telah diinput dalam aplikasi SABMN maupun SIMAK-BMN

c)       Melakukan penginputan data hasil penilaian aset satker (LP-01) berdasarkan data hasil inventarisasi dan penilaian DJKN meliputi Tanah, Gedung dan Bangunan, serta Peralatan dan Mesin, khususnya kendaraan bermotor perlu dicek kebenarannya

d)      Bagi satker yang melakukan penginputan hasil penilaian tanpa pendampingan Tim Pusat perlu disiapkan berita acara klarifikasi aset dan disampaikan kepada kantor pusat unit masing-masing dan Biro Perlengkapan Setjen

e)      Melakukan pengecekan data penilaian aset untuk aset selain Tanah, Gedung dan Bangunan, serta kendaraan bermotor yang dilaksanakan sampai dengan TA 2008.

 

Klarifikasi Data Rekening

Pengecekan data rekening meliputi :

-       Kejelasan status rekening satker (data dari departemen);

-       Rekening yang dipertahankan beserta surat persetujuan;

-       Rekening yang ditutup beserta surat penutupan, dan saldo rekening koran terakhir, dan SSBP atas penyetoran penutupan rekening ke kas negara.

Informasikan mengenai ketentuan rekening:

-       Jumlah rekening yang dimiliki satker apakah sudah sesuai dengan ketentuan bahwa satu DIPA satu rekening dan satu bendahara.

-       Rekening Bendahara Penerimaan/Pengeluaran, persetujuan atau pengesahan atas pembukaan rekeningnya melalui KPPN, sedangkan rekening lainnya harus melalui Dit. PKN DJPB.

Menginformasikan bahwa data rekening (dipertahankan dan ditutup) dilampirkan dalam laporan keuangan baik yang ditutup tahun ini maupun tahun sebelumnya.

 

Penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)

Melakukan pengecekan apakah CaLK telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-51/PB/2008 tanggal 20 Nopember 2008 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. Satker/kanwil dibimbing untuk menyusun CaLK sesuai ketentuan tersebut. Dalam penyusunan CaLK perlu diperhatikan untuk  menjelaskan pos-pos yang ektrim, apabila terjadi kenaikan/penurunan LRA dan Neraca dibandingkan dengan tahun 2008.

A.      Laporan  yang Dihasilkan:

  1. Laporan Realisasi Anggaran;
  2. Neraca;
  3. Catatan atas Laporan Keuangan;
  4. Catatan atas Laporan Mutasi Barang Milik Negara;

B.      Lampiran atas Laporan keuangan

  1. Berita acara rekonsiliasi belanja tingkat wilayah;
  2. Berita acara penyusunan laporan keuangan;
  3. Saldo rekening bendahara pengeluaran;
  4. Daftar rekening yang dipertahankan;
  5. Daftar rekening yang ditutup;
  6. Rekapitulasi Piutang PNBP;
  7. Daftar Barang Persediaan;
  8. Laporan Barang Milik Negara Intra Komptabel;
  9. Laporan Barang Milik Negara Ekstra Komptabel;
  10. Backup UAPPA-W dan UAPPB-W;
  11. Backup UAKPA dan UAKPB.
About these ads

27 comments on “Panduan Langkah-langkah Akhir Tahun Penyusunan Laporan Keuangan TA 2009 bagi Satker Lingkup Ditjen Perbendaharaan

  1. saya mulai tahun 2009 menjadi pembantu bendahara pengeluaran pada salah satu SKPD di Kab. Keerom prov. Papua, saya ingin banyak belajar membuat laporan pertanggungjawaban & laporan keuangan dengan baik dan benar.
    kira2 ada ga draft laporan/contoh lapoaran yanng benar di tingkat Satker? trims.

    • pak parto yth, kebetulan saya berkecimpung di pempus, kalau di pemda saya punya format di tingkat pemda saja (di PP 24?2005), yg satker blm punya karena tergantung dari masing2 pemda bagaimana membangun sistemnya.

  2. saya adalah salah seorang yang bekerja membantu dibendahara tolong dong contoh untuk kesempurnaan laporan akhir tahun cara menyusun CALK dan CALK yang lebih efisien sehungga tida adaperbedaan laporan di akhir tahun

    • untuk CaLK, bpk bs berpedoman pada PP 24 th 2005 ttg Standar Akuntansi Pemerintahan, khususnya PSAP 04 tentang CaLK, selain itu ada juga PMK No. 51. Bpk bs dapatkan semuanya di halaman Daftar Peraturan ya..

  3. Terima kasih, atas diterimanya email saya ini, mudah2an.
    Langsung aja Mba, saya Petugas BMN Satker SNVT Pembangunan waduk JAtigede (kode 498366), ada yang ingin saya tanyakan atau konsultasikan, sbb. :
    1. Apakah dalam Sakpa 2010, fungsi jurnal neraca boleh dipakai ? sehubungan pada Sakpa rekan kami selalu muncul tanah belum disesuaikan dan jalan, irigasi dan jaringan belum disesuaikan. tambahan info bahwa pada satker kami ada KDP untuk bangunan bendung (multi years => 5 tahun, 2008 – 2013).
    2. Kalau terjadi SSBP khususnya belanja modal tanah (4 x terjadi, dan tahun 2010 2x) harus dimasukan/di input pada Simak BMN? jika ternyata pada Sakpa-nya sendri tidak di input? yang akibatya neraca tidak pernah sama.
    3. Pembebasan tanah pada Satker kami baru akan berakhir pada 2012, apakah untuk tanah ini harus di KDP kan sebagaimana masukan teman dari Keuangan Pusat, padahal data nya mencapai 27 desa pada 5 kecamatan, jika kami KDP kan, kesulitannya adalah bahwa untuk satu desa itu tidak tuntas dalam satu tahun anggaran, jadi dalam satu TA bisa mencakup beberapa desa dan tidak tuntas terkait dengan faktos sosial ekonomis, dan terutama kerawanannya misal desa Aingin cepat2 dibayar, karena yang terdahulu sebagian sudah dibayar, begitu pula desa lainnya.

    terima kasih atas balasannya.

  4. langsung saja,
    saya adalah mahasiswa yang dahulu semasa sma mengambil jurusan IPA karena saya sangat senang dengan pelajaran menghitung & pelajaran yang bersifat logika.
    tetapi sekarang saya kuliah mengambil jurusan IPS,walaupun berat dan saya tidak ingin,tetapi saya ambil mengingat saya mendapatkan bea siswa dari suatu perusahaan asing.
    saya ingin menanyakan tentang pelajaran akuntansi :
    1) apa itu Akuntansi?
    2) apa pengertian dari :
    a)debet
    b)kredit
    c)asset/kekayaan
    d)liabilities/kewajiban
    e)capital/modal
    f)persamaan akuntansi
    g)pendapatan
    h)biaya/beban
    i)penghasilan
    j)pajak
    k)penghasilan setelah pajak
    l)akun/rekening
    m)jurnal
    n)jurnal umum
    o)jurnal khusus
    p)buku besar
    q)pemindahan/posting
    r)account offset/rek. offset
    s)jurnal balik
    t)transaksi
    u)neraca awal/saldo
    v)neraca akhir
    w)periode akuntansi
    x)cutt off
    y)penanding
    z)jurnal penyesuaian
    3)laporan keuangan terdiri dari apa saja?
    4)pihak-pihak mana saja yang berkepentingan terhadap laporan keuangan?
    5)ada berapa jenis usaha laporan keuangan?
    6)profesi akun apa saja?
    7)jelaskan siklus akuntansi dan langkah-langkah untuk dapat menyusun laporan keuangan?
    maaf sekali jikalau pertanyaannya banyak,karena saya sangat buta sekali tentang akuntansi,mudah-mudahan dengan jawaban dari anda tentang masalah akuntansi ini membuat saya lebih bersemangat dan mengagumi akuntansi
    semoga anda mengerjakan pertanyaan saya dengan senyuman dan dengan hati yang ikhlas dan mudah-mudahan TUHAN YME membalas perbuatan baik anda kepada saya,,,
    hanya doa yang tulus dan ikhlas yang bisa saya beriakan untuk sang penolong saya ini.terima kasih banyak.

  5. Saya br mendapat tugas jadi pembantu bendahara pengeluaran sekaligus pengelola BMN pada salah satu SATKER/Sekolah di Kab. HST Prov. KaL-SeL, saya ingin banyak belajar membuat laporan pertanggungjawaban & laporan keuangan/BMN dengan baik dan benar. Mhn info dan sarannya.

  6. saya mulai tahun 2008 menjadi pembantu bendahara pengeluaran pada salah satu SKPD di Provinsi Papua Barat, saya ingin banyak belajar membuat laporan pertanggungjawaban & laporan keuangan dengan baik dan benar.
    kira2 ada ga draft laporan/contoh lapoaran yanng benar di tingkat Satker? trims.

  7. Ttg pelaporan keuangan berdasarkan Perdirjen 51, ” Satker kami menerima DIPA pada tahun 2010, apakah format CaLK khususnya pada LRA (perbandingan Tahun 2009 dengan tahun 2010) harus ada, sedangkan satker kami mendapatkan alokasi anggaran pada tahun 2010, mohon penjelasannya, terima kasih.

  8. Slamat pagi and mohon ijin Mau konfirmasi apakah ada format calbmn fersi terbaru? Saya punya masih fersi permenkeu 2008 Kalau ada tolong dikirimkan yah. Terima kasih>

  9. saya yusri, klo ada aplikasi pengelolaan keuangan terbaru, format pembukuan terbaru, tlg kirim ya, supaya format@ ga salah2 lg…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s