Cara Membaca Neraca Tingkat Satker untuk Pemerintah Pusat

Untuk Laporan Keuangan Pemerintah Pusat tingkat Satuan Kerja, neraca yang ada sekarang merupakan neraca yang dihasilkan dari basis Kas Menuju Akrual. Akun-akun di dalam neraca tersebut merupakan akun-akun yang saling berpasangan antara sisi debet dan kredit, karena dalam penjurnalan Neraca yang berbasis akrual tidak dapat dikaitkan langsung dengan Laporan Realisasi Anggaran yang berbasis kas dalam satu jurnal.

Pos dalam Neraca Satker secara umum terbagi menjadi:

Aset

  • Aset Lancar
  • Aset Tetap
  • Aset Lainnya

Kewajiban

  • Kewajiban Jangka Pendek

Ekuitas Dana

  • Ekuitas Dana Lancar
  • Ekuitas Dana Investasi

Untuk Pos Aset Lancar, beberapa akun yang biasa ada di Satker antara lain:

1. Kas di Bendahara Pengeluaran

Akun ini mencerminkan jumlah Uang Persediaan yang ada pada Bendahara Pengeluaran. Akun ini akan bertambah jika diinput SP2D UP dan TUP dan akan berkurang jika diinput SP2D GU Nihil dan SSBP Setoran Sisa UP/TUP. Jumlah UP/TUP secara fisik terdiri dari uang di bank, di brankas, dan kuitansi-kuitansi yang belum dipertanggungjawabkan. Pasangan dari akun ini adalah Uang Muka dari KPPN di Pos Kewajiban Jangka Pendek karena UP merupakan uang talangan yang diberikan dari Kas Negara yang nantinya harus dikembalikan seluruhnya di akhir tahun, sehingga pada saat Satker menerima UP ini maka Satker telah resmi mempunyai utang kepada Kas Negara.

2. Kas di Bendahara Penerimaan

Akun ini untuk mengakomodir apabila pada tanggal pelaporan masih terdapat uang hasil penerimaan PNBP yang belum sempat disetorkan ke Kas Negara, sehingga pada sisi kredit diakui sebagai Pendapatan yang Ditangguhkan pada Pos Kewajiban Jangka Pendek. Akun ini hanya muncul pada tanggal pelaporan saja, pada awal periode berikutnya dihapus kembali karena pada saat disetor akan dijurnal sebagai Utang Kepada KUN di sisi debet dan Pendapatan di sisi kredit.

3. Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran

Apabila pada tanggal pelaporan masih terdapat uang kas selain UP pada bendahara, maka harus dilaporkan dengan cara mendebet akun ini. Untuk akun pasangannya, Satker diminta memilih satu diantara dua akun sesuai dengan karakteristik uang yang dipegang tersebut. Jika uang itu berupa pajak yang belum disetor atau jasa giro yang belum disetor, maka akun pasangannya adalah pendapatan yang ditangguhkan. Namun jika uang itu adalah SP2D LS yang telah cair untuk pegawai namun pada tanggal pelaporan belum diberikan kepada pegawai yang bersangkutan, maka akun pasangannya adalah Utang Kepada Pihak Ketiga. Akun ini pada awal periode berikutnya juga harus dinihilkan kembali.

4. Persediaan

Akun Persediaan menggambarkan nilai persediaan yang dimiliki Satker pada tanggal pelaporan. Nilai akun ini dihasilkan dari Aplikasi Persediaan yang merupakan jumlah fisik persediaan dikalikan dengan harga pembelian terakhir. Akun pasangan akun ini adalah Cadangan Persediaan pada Pos Ekuitas Dana Lancar.

5. Bagian Lancar TGR/TP/TPA

Akun ini untuk mengakomodir piutang Tuntutan Ganti Rugi (TGR), Tuntutan Perbendaharaan (TP), atau Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) yang diperkirakan akan diterima dalam tempo setahun kedepan. Nilai yang tercantum dalam akun ini merupakan pemisahan dari akun yang sama yang ada di Pos Aset Lainnya karena merupakan nilai lancar yang akan diterima. Pasangan dari akun ini adalah Cadangan Piutang yang ada di Pos Ekuitas Dana Lancar. Akun ini pada awal periode berikutnya harus dijurnal balik atau dinihilkan kembali.

6. Belanja Dibayar Dimuka

Nama akun yang saya jadikan judul nomor 6 ini merupakan istilah generik yang akan dijabarkan menjadi nama akun Belanja xxx (sesuai jenis belanjanya) Dibayar Dimuka, Uang Muka Belanja xxx, atau Piutang xxx. Akun ini disediakan untuk menampung informasi akrual yang muncul pada tanggal pelaporan. Jika ada Belanja yang uangnya telah dibayarkan namun manfaat, jasa, atau barangnya belum diterima pada tanggal pelaporan maka akan diakui sebagai piutang. Akun pasangannya adalah Cadangan Piutang yang ada di Pos Ekuitas Dana Lancar. Pada awal tahun akun ini harus dinihilkan kembali.

7. Pendapatan yang Masih Harus Diterima

Nama akun yang saya jadikan judul nomor 7 ini merupakan istilah generik yang akan dijabarkan menjadi nama akun Piutang xxx (sesuai jenis pendapatannya). Akun ini juga disediakan untuk menampung informasi akrual yang muncul pada tanggal pelaporan. Jika ada Pendapatan yang uangnya belum kita terima padahal manfaat, jasa, atau barangnya telah kita berikan pada tanggal pelaporan maka akan diakui sebagai piutang. Akun pasangannya adalah Cadangan Piutang yang ada di Pos Ekuitas Dana Lancar. Pada awal tahun akun ini harus dinihilkan kembali.

Pos Aset Tetap dapat terdiri dari:

  1. Tanah
  2. Peralatan dan Mesin
  3. Gedung dan Bangunan
  4. Jalan, Irigasi, dan Jaringan
  5. Aset Tetap Lainnya
  6. Konstruksi dalam Pengerjaan

Akun-akun dalam pos Aset Tetap merupakan barang berwujud yang dimiliki oleh Satker pada tanggal pelaporan yang manfaatnya diharapkan dapat diterima oleh Satker selama lebih dari setahun yang akan datang. Konstruksi dalam Pengerjaan adalah aset yang masih dalam tahap pengerjaan hingga tanggal pelaporan, namun jika sudah jadi nantinya diharapkan akan memenuhi kriteria sebagai Aset Tetap atau Aset Lainnya. Akun pasangan dari seluruh Aset Tetap ini adalah Diinvestasikan pada Aset Tetap yang muncul di Pos Ekuitas Dana Investasi. Nilai akun-akun pada Pos Aset Tetap ini dihasilkan dari Aplikasi SIMAK BMN dan Aplikasi KDP. Saldo akhir periode ini merupakan saldo awal periode berikutnya.

Pos Aset Lainnya dapat terdiri dari:

1. TGR/TP/TPA

Akun ini merupakan piutang jangka panjang yang merupakan nilai sisa dari keseluruhan piutang TGR/TP/TPA yang telah dikurangi dengan Bagian Lancarnya. Atau dengan kata lain, piutang ini merupakan piutang yang diharapkan akan diterima realisasinya lebih dari setahun yang akan datang. Karena merupakan bagian dari Pos Aset Lainnya, maka pasangan akun ini adalah Diinvestasikan dalam Aset Lainnya.

2. Aset yang Dihentikan dari Penggunaan

Akun ini untuk mengakomodir adanya Aset Tetap yang karena kondisinya atau alasan lain dihentikan secara permanen dari penggunaannya sambil diusulkan untuk dihapuskan. Nilai yang tercantum pada akun ini sesuai dengan dokumen sumber berupa SK Penghentian Aset dari Penggunaannya. Akun pasangan dari akun ini adalah Diinvestasikan dalam Aset Lainnya dan nilainya akan ada terus selama belum ada SK Penghapusan atau Penggunaan Kembali.

3. Aset Tak Berwujud

Akun ini untuk mengakomodir jika ada Satker yang memiliki aset tak berwujud yang dapat berupa hak paten, software, atau hasil penelitian yang bermanfaat. Akun pasangan dari akun ini adalah Diinvestasikan dalam Aset Lainnya.

Pos Kewajiban Jangka Pendek dapat terdiri dari:

1. Uang Muka dari KPPN

Akun ini merupakan pasangan dari Akun Kas di Bendahara Pengeluaran.

2. Pendapatan yang Ditangguhkan

Akun ini merupakan akun pasangan dari akun Kas di Bendahara Penerimaan dan Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran.

3. Utang kepada Pihak Ketiga

Akun ini merupakan pasangan akun Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran

4. Belanja yang Masih Harus Dibayar

Nama akun yang saya jadikan judul nomor 4 ini merupakan istilah generik yang akan dijabarkan menjadi nama akun Belanja xxx yang Masih Harus Dibayar atau Utang xxx. Akun ini disediakan untuk mengakomodir Belanja yang masih belum kita bayarkan uangnya, padahal manfaat, jasa, atau barangnya telah kita terima sampai dengan tanggal pelaporan. Akun ini biasanya muncul dari informasi akrual. Akun pasangan dari akun ini adalah Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek yang ada di Pos Ekuitas Dana Lancar. Pada awal periode berikutnya akun ini dinihilkan kembali.

5. Pendapatan Diterima Dimuka

Nama akun yang saya jadikan judul nomor 5 ini merupakan istilah generik yang akan dijabarkan menjadi nama akun Pendapatan xxx Diterima Dimuka atau Utang xxx. Akun ini disediakan untuk mengakomodir Pendapatan yang telah kita terima uangnya, padahal manfaat, jasa, atau barangnya belum kita berikan sampai dengan tanggal pelaporan. Akun ini biasanya muncul dari informasi akrual. Akun pasangan dari akun ini adalah Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek yang ada di Pos Ekuitas Dana Lancar. Pada awal periode berikutnya akun ini dinihilkan kembali

Pos Ekuitas Dana Lancar dapat terdiri dari:

1. Cadangan Persediaan

Akun ini merupakan akun pasangan dari akun Persediaan.

2. Cadangan Piutang

Akun ini merupakan akun pasangan dari akun Bagian Lancar TGR/TP/TPA, akun Belanja Dibayar Dimuka, dan akun Pendapatan yang Masih Harus Diterima.

3. Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek

Akun ini merupakan akun pasangan dari akun Belanja yang Masih Harus Dibayar dan akun Pendapatan Diterima Dimuka.

Pos Ekuitas Dana Investasi dapat terdiri dari:

1. Diinvestasikan dalam Aset Tetap

Akun ini merupakan akun pasangan dari akun Tanah, akun Peralatan dan Mesin, akun Gedung dan Bangunan, akun Jalan, Irigasi dan Jaringan, akun Aset Tetap Lainnya, dan akun Konstruksi dalam Pengerjaan.

2. Diinvestasikan dalam Aset Lainnya

Akun ini merupakan akun pasangan dari akun TGR/TP/TPA, akun Aset yang Dihentikan dari Penggunaannya, dan akun Aset Tak Berwujud.

Demikian arti dari akun-akun yang biasa muncul di Neraca Satuan Kerja Pemerintah Pusat, semoga bermanfaat untuk membaca dan sekaligus melakukan analisa terhadap Neraca Satker.

About these ads

4 comments on “Cara Membaca Neraca Tingkat Satker untuk Pemerintah Pusat

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s