Ekstrakurikuler Sekolah

Posted On Agustus 8, 2008

Disimpan dalam Aida, Risa, Hafid
Tag: , , ,

Comments Dropped 2 responses

Beberapa hari yang lalu, Aida dan Risa membawa surat dari sekolah untuk mengisi pilihan akan mengikuti ekskul apa. Pilihannya Taekwondo, Aikido, Futsal, Traditional Dance, Painting, dan Workshop IT. Aida langsung menetapkan pilihan, karena dia sangat suka dengan komputer, maka dia hanya ingin Workshop IT, meskipun teman sekelasnya yang ikut hanya sedikit. Sedangkan Risa ingin Workshop IT karena teman-temannya banyak yang ikut, dan Painting.

Ketika tiba hari dimana ekskul tersebut diadakan (Painting Senin dan Selasa, Workshop IT Rabu), mereka sangat antusias bercerita. Kalau Risa, selesai Painting, dia membawa hasil menggambarnya ke rumah, wah, aku kagum dengan hasil karyanya, sangat cantik, padahal aku tahu persis dia tidak terlalu bisa menggambar. Mungkin karena arahan instrukturnya tentang teknik menggambar dan mewarnainya tepat, maka hasilnya luar biasa. Sedangkan Aida pada saat menceritakan hasil ekskulnya matanya terlihat berbinar-binar, karena apa yang diajarkan jauh dari apa yang dibayangkan. Mungkin yang akan diajarkan hanya MS Office seperti pelajaran IT biasa di kelas, tapi ternyata mereka ditunjukkan dan dijelaskan apa saja isi CPU, wah, pengalaman seru bagi Aida dan Risa. Alhamdulillah, semoga mereka semakin bisa kreatif dengan tambahan pengetahuan semacam ini (asal mereka tidak mencoba untuk membongkar komputer di rumah hehe…)

Merapikan Gigi Anak dengan Kawat Gigi

Seorang anak perempuan yang bermasalah dengan kerapian giginya tentu sedikit menimbulkan rasa khawatir bagi orang tuanya, tentang bagaimana nasib ketika si anak dewasa nanti, apakah akan mengganggu karirnya, pergaulannya, atau bahkan yang terparah mungkin membuat si anak menjadi minder dan stress. Kasus yang terjadi pada Aida sama sekali bukan karena kami ingin ikut trend dimana sekarang banyak yang pasang kawat gigi biar keren, tapi memang karena giginya sangat tidak rapi.

Pada awalnya, kami khawatir Aida akan merasa kesakitan selama pemasangan kawat gigi. Hal ini beralasan, karena tidak sedikit teman kami yang selalu merasa ngilu giginya selama bertahun-tahun sampai kawat giginya dilepas, bahkan salah seorang teman pernah menangis karena tidak tahan rasa sakitnya. Waktu itu Aida akan naik ke kelas 6, dimana konsentrasi belajarnya tidak boleh terganggu, apa jadinya kalau setiap hari ia mengeluh. Tapi kalau menunggu sampai dia agak besar lagi, takutnya ya itu tadi, dia keburu minder.

Alhamdulillah, solusi ketidakrapian gigi anakku segera kutemukan dengan usaha yang tidak sedikit tentunya. Solusinya adalah drg. Gunarso Gunadi, Phd (ortho) yang berpraktek di Wisma Nusantara Lt 2 dan di Klinik Sasana Husada yang berlokasi di seberang RS Pusat Pertamina. Apa yang sebelumnya kutakutkan ternyata tidak terbukti. Sudah hampir setahun ini proses pemasangan kawat giginya, belum pernah dia mengeluh kesakitan. Dan yang menggembirakan perkembangan kerapian giginya pun berjalan pesat. Terima kasih dokter Gun..

Halaman Berikutnya »