Mengatur Pos-pos Belanja Rutin Bulanan

Tanpa kita sadari, ternyata kategori pos-pos belanja rutin bulanan yang terbesar biasanya untuk hal-hal yang harusnya hanya berupa keinginan dan sumbangan, bukan kebutuhan. Misalnya untuk membeli barang elektronik yang seringkali hanya karena tergiur iklan, untuk mentraktir teman hanya karena perasaan tidak enak, nonton, dan lain-lain. Setelah melakukan analisa seperti itu, kita sebaiknya mulai berganti haluan dengan menyusun anggaran yang lebih mementingkan pos-pos yang merupakan kebutuhan dan mencoba mengurangi pos-pos yang berupa keinginan dan sumbangan untuk dialihkan menjadi tabungan atau investasi. Pada saat anggaran bulanan tersebut dilaksanakan tentu banyak terjadi hal-hal diluar rencana, wah, kalau sudah begini yang bisa dilakukan adalah mengurangi anggaran pos lain agar bulan ini tetap bisa terkendali. Hehe… ini yang susah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s