Basis Akuntansi Pemerintahan Cash Towards Accrual

Dalam PP No. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) khususnya Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) No. 01 tentang Penyajian Laporan Keuangan paragraf 5 dinyatakan bahwa Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah yaitu basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan dan basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dana. Dengan kata lain, basis akuntansi yang digunakan adalah kas menuju akrual (cash towards accrual).

Untuk pelaporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/D) kita menggunakan basis kas. Hal ini berarti untuk pendapatan, belanja, transfer, atau pembiayaan baru kita akui apabila sudah masuk atau dikeluarkan dari kas negara/daerah yang disahkan dengan dokumen sumber berupa SP2D dan SSP/SSBP. Jurnal yang akan kita buat untuk setiap pendapatan adalah sisi debet Kas (atau Utang kepada Kas Umum Negara bagi satker pemerintah pusat) dan sisi kredit pendapatan…; sedangkan untuk setiap belanja jurnalnya adalah sisi debet Belanja … dan sisi kredit Piutang dari Kas Umum Negara/Daerah. Bagaimana untuk pendapatan yang telah diterima oleh Bendahara Penerimaan tetapi pada tanggal pelaporan belum disetorkan ke kas negara/daerah? Hal ini belum dianggap sebagai pendapatan melainkan sebagai kewajiban bagi satuan kerja yang bersangkutan kepada kas negara/daerah.

Apabila kita menggunakan basis akuntansi kas maka neraca yang diwajibkan oleh UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara tidak bisa kita wujudkan. Untuk mengakomodir hal ini maka cara pertama yang dilakukan adalah dengan memunculkan jurnal ikutan (korolari) dimana setiap transaksi pendapatan, belanja, atau pembiayaan yang mempengaruhi posisi neraca maka jurnal yang harus dibuat tidak cukup hanya jurnal pendapatan, belanja, atau pembiayaannya saja, tetapi harus diikuti dengan jurnal mutasi neraca. Contohnya pada saat membeli aset tetap maka jurnalnya adalah:

D Belanja Modal Tanah xxx

K Piutang dari Kas Umum Negara/Daerah xxx

D Tanah xxx

K Diinvestasikan pada Aset Tetap xxx

Belanja Modal Tanah dan Piutang dari Kas umum Negara/Daerah akan mempengaruhi Laporan Realisasi Anggaran, sedangkan Tanah dan Diinvestasikan pada Aset Tetap akan dilaporkan pada Neraca.

Langkah kedua, apabila belum ada transaksi kas tetapi pada tanggal pelaporan ada hak dan kewajiban yang harus dilaporkan maka pada akhir tahun harus ada jurnal penyesuaian. Hal-hal yang perlu kita munculkan dalam jurnal penyesuaian tersebut adalah mengakui piutang dengan cara menginventarisir seluruh hak/tagihan kita kepada pihak lain (debet: Piutang …; kredit: Cadangan Piutang), dan mengakui kewajiban berupa uang penerimaan yang belum disetor ke kas negara (debet: Kas di Bendahara Penerimaan; kredit: Pendapatan yang Masih Harus Disetor).

Pada awal tahun berikutnya, jurnal penyesuaian tersebut harus dibalik untuk mengembalikan kondisi menjadi kas kembali, sehingga pada saat piutang tersebut benar-benar diterima oleh kas negara/daerah maka jurnalnya bukan sisi debet Kas dan sisi kredit Piutang, melainkan sisi debet Kas dan sisi kredit Pendapatan.

Langkah-langkah di atas memang merupakan suatu kebijakan akuntansi yang sedikit berbeda dengan sektor komersial yang rata-rata sudah berbasis akrual penuh.
Oleh: Farida Aryani, anggota Kelompok Kerja Komite Standar Akuntansi Pemerintahan

About these ads

33 comments on “Basis Akuntansi Pemerintahan Cash Towards Accrual

  1. ibu farida, sya mo tanya..
    penggunaan cash toward accrual yang sekarang kita pakai kan mulai tahun ini bakal diganti menjadi full accrual (kalo tidak salah), pertanyaan saya, berarti nantinya pemerintah membuat satu laporan lagi dong bu? yaitu laporan kinerja keuangan (mengacu pada IPSAS) sebagai representasi penggunaan accrual method, mengingat LRA yang kita gunakan sekarang masih menggunakan pendekatan kas (dan keliatanya sulit membuat LRA menjadi bernasis akrual, kalopun bisa, PP 24 tetap mengamanatkan LRA berbasis kas tetap harus dibuat)menurut pandangan ibu bagaimana tu?

    ***Benar, KSAP telah menyusun SAP berbasis akrual. Untuk mengakomodir basis akrual ini, laporan yang dihasilkan memang bertambah dari laporan yang sekarang ada yaitu Laporan Operasional (istilah sementara, belum mendapat masukan dari publik). Meskipun kita ada satu set laporan yang berbasis full accrual, namun kita juga tetap menyajikan LRA berbasis kas sebagai pertanggungjawaban terhadap APBN/D yang berbasis kas. Terima kasih atas komentarnya***

  2. dalam situs KSAP,
    terdapat Memorandum Pembahasan Penerapan Basis Akrual Dalam Akuntansi Pemerintahan di Indonesia, kalo tidak salah itu masih draft ya? trus hasil setelah pengesahannya ada g? (setelah mendapatkan masukan dari luar). trus, dari PMK 171 yang telah ada, ko muncul juga format laporan keuangan (neraca/LRA/LAK) pemerintah pusat, dan saya lihat ko beda dengan rancangan yang ditawarkan KSAP dalam memorandum tersebut dalam bentuk laporan akrual. misalnya, ksap (lampiran 5a)memunculkan cadangan piutang tak tertagih, namun di PMK 171 tidak ada, lalu di ksap ekuitas dana ditampilkan secara general, sedangkan pmk 171 di rinci.. sebenarnya nantinya yang dipakai mana? siapa yang berhak menentukan format laporan keuangan itu ksap atau depkeu?
    terima kasih..

    ***Memorandum merupakan bahan untuk pembahasan pada limited hearing yang diselenggarakan sebelum KSAP menyusun SAP berbasis akrual. Limited Hearing tersebut bertema apakah kita akan menerapkan akrual atau tidak. Hasilnya disepakati tetap menerapkan akrual, sehingga KSAP melanjutkannya dengan mengembangkan draft SAP berbasis akrual seperti yang saya sampaikan beberapa saat lalu.
    PMK 171 merupakan peraturan turunan dari PP 24/2005 sehingga masih berbasis cash towards accrual dan bentuk laporannya masih mengacu ke PP 24/2005. Selain itu, perlu dicermati bahwa format laporan keuangan dalam SAP merupakan ilustrasi yang bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing pemerintah dan nantinya akan dituangkan dalam peraturan menteri keuangan untuk pempus. Semoga bisa menjawab pertanyaan anda. Terima kasih atas komentarnya***

  3. sebelumnya saya ucapkan makasih pada ibu atas kiriman pmk 171 nya.
    petanyaan mengenai PMK 171;
    apakah bisa disebut pmk 171 merupakan aplikasi atas akuntansi dana pemerintahan, mengingat setiap utang dicatat dalam “entitas” sendiri dalam SA-UP&H yang mengingatkan saya pada “general long term debt account group” dalam akuntansi dana. kira2 maksudnya sama g? trus berarti masing2 SA nantinya dalam tiap transaksi muncul jurnal ataukah cuma pencatatan administrasi saja? trus klo nantinya ada perdirjen yang mengatur jurnal standar baru setelah adanya PMK 171 ini kayak perdirjen PBN 1 tahun 2005 saya minta dikirimi email ya bu.. soalnya saya benar2 ingin memperdalami ilmu akpem yang masih tergolong masih baru ini.
    makasi..

    ***Anda benar, nantinya memang akan ada SA-SA yang muncul dalam koordinasi SA-BUN. Dengan demikian maka seluruh transaksi yang ada dalam SA-BUN ini akan diakuntansikan dan akan bermuara ke LKPP. Selama ini memang kita baru minta data atas angka-angka yang ada di banyak existing sub sistem, belum terintegrasi. Untuk perdirjen, saya belum sempat mencarikan, sabar ya, kebetulan sekarang sedang sibuk setelah seminggu kemarin cuti. Terima kasih kembali…***

  4. bu, gimana sih kok bisa paham banget sama akuntansi, apa tips nya ? saya punya masalah dalam penjurnalan untuk pembelian motor secara kredit. (maklum masih awam)jika kita beli per unit motor kan dibebani ppn dan pph.apakah 2 unsur itu jadi biaya atau harga pokok penjualan ? bu, boleh minta alamat e-mail ?
    trims…

    ***Wah, terima kasih atas pujiannya, tapi saya yakin, teman-teman yang memang berprofesi sebagai akuntan pasti mempunyai pengetahuan yang sama atau bahkan lebih daripada saya. Setahu saya, PPN dan PPh nya langsung menambah nilai perolehan motor tersebut, yang nantinya akan masuk sebagai nilai buku dari motor tersebut untuk keperluan penyusutan. Semoga bisa membantu. Email saya farida@perbendaharaan.go.id, terima kasih atas pertanyaan anda.***

  5. saya berharap dengan ikut PPAKP semua satker akan lebih melek lagi mengenai akuntansi.banyak dulu menyepelekan akuntansi,karena pos ini diisi sembarang backgroud pendidikan. buktinya pemakain gelar kauntan di lembaga kami masih dimasalahkan. itu bukti akuntansi masih di anggap sebelah mata. bu farida, apakah ada peraturan terbaru tentang pemakaian gelar akuntan bagi PNS dilingkup luar Depkeu& BPK?

    ***Amin…kami semua berharap seperti itu pak. Tentang pemakaian gelar akuntan saya belum pernah menemukan aturan khususnya, mohon maaf…***

  6. ass
    ibu, mohon penjelasannya, sebenarnya gambaaran laporan realisasi anggaran berbasis accrual itu bagaimana. terimakasih
    wass…

    ***Pada saat kita sudah akrual sepenuhnya, laporan yang wajib dibuat adalah laporan operasional (masih nama sementara), yang dalam konsep KSAP bentuknya mirip dengan laporan laba rugi di komersial yaitu pendapatan operasional dibandingkan dengan beban operasional, tidak ada penandingan antara pagu dan realisasi, tidak ada belanja modal, dan tidak ada pembiayaan. Namun ini masih konsep, belum dimintakan dengar pendapat publik dan pertimbangan BPK. Terima kasih atas pertanyaannya. ***

  7. Agar percepatan basis akrual di SAP supaya penyelewengan2/korupsi dapat dicegah sedini mungkin.

    ***Terima kasih atas supportnya…***

  8. Kalau saya baca di memorandum pembahasa penerapan basis akrual (http://www.ksap.org/memorandum.pdf), usulan dari KSAP masih ada LRA

    ***Benar, meskipun kita telah menyusun laporan yang berbasis akrual penuh namun LRA yang berbasis kas masih harus disajikan, selain karena penganggaran kita masih berbasis kas juga DPR/DPRD masih memegang APBN/APBD sebagai tanda komitmen pemerintah terhadap rakyat. Terima kasih atas pertanyaan anda…***

  9. assalamu’alaikum
    bu bgmn kesiapan satker tahun depan masalah acrual basic yg diminta BPK…

    gmn keadaan satker depkeu sbg parameternya..
    bgmn dg pemda yg cash toward aja masih kewalahan
    kalau g keberatan blz ke email ya
    jazakallah

    ***Wah, pertanyaan yang sangat menarik, terima kasih, saya balas di sini aja ya. Memang kita secara keseluruhan masih belum siap pak, baik pemda maupun pempus sendiri, ini dibuktikan dengan masih banyaknya disclaimer yang diterbitkan BPK. Pemerintah sudah berkonsultasi dengan Pimpinan DPR dan disepakati bahwa kita diberikan waktu lagi untuk persiapan selama 5 tahun, semoga kita bisa memanfaatkannya dengan seoptimal mungkin, amin…***

  10. ass,
    bu, saya tertarik dengan sap, mohon penjelasan singkat
    apakah rumah sakit blu/blud sistem keuangannya mengacu sap atau sak?

    ***Waalaikumsalam, senang berkenalan dengan anda. Mengacu keduanya pak, baik sak maupun sap, sehingga harus membuat 2 buah laporan. Silakan Bapak membaca aturannya di PP No. 23 Thn 2005 yang ada di daftar peraturan. Terima kasih…***

  11. sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih atas informasinya bu farida ini sangat membantu sy untuk memulai mempelajari SAP.
    Setelah saya pelajari secara singkat sap lebih ke pertanggungjawaban Anggaran (LRA) dan sak lebih menitik beratkan ke Kinerja(mohon dikoreksi jika kurang tepat). pertanyaannya Jika SAP sdh full Accrual apa perbedaan yang prinsip antara SAP dan SAK?.

    ***Terima kasih atas pertanyaan anda, saya sangat mengapresiasi minat anda pada SAP. Secara prinsip tidak ada lagi perbedaan tujuan antara SAP dan SAK, keduanya mengedepankan kinerja. Hanya format laporan dan jenis laporan agak berbeda karena bagaimana pun pemerintah tidak bisa meninggalkan laporan realisasi anggaran. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan untuk sekarang ini, terima kasih…***

  12. Assalamu alaykum.Wr.Wb
    maaf bu saya mahasiswa akuntansi, kebetulan dalam kuliah metolid saya mengambil penelitian mengenai analisis pengakuan pendapatan pajak apabila Full Acrual memang dilaksanakan. topik ini sering menjadi perdebatan masalah kapan pengakuannya. apakah dalam pengakuan pendapatan pajak juga akan akrual atau tetap kas sebagaimana yang dilakukan sekarang. dalam draf memorandum KSAP, bahwa pengakuan PPh Pasal 25 diakui pada saat pembayaran perbulan dengan alasan KSAP bahwa bahwa estimasi dilakukan oleh WP sendiri dan kemungkinan kecil untuk pengembalian pajak diakhir tahun. padahal yang saya tahu bahwa penentuan cut off berdasarkan titik krusial (tax event point) dimana pada dasarnya PPh pasal 25 merupakan angsuran PPh pasal 29 yang titik kruisialnya sampai akhir maret (OP)dan april (badan). dan bagaimana dengan jenis pajak yang lainnya (PPN, PBB dan Pajak lainnya) karena dalam memorandum KSAP tersebut tidak dibahas.mohon penjelasan.
    terimakasih bu.

    ***Terima kasih atas pertanyaan bapak, sesuai dengan Draft PSAP 12 Akrual, Pendapatan-LO diakui pada saat:
    (a) Timbulnya hak atas pendapatan:
    a.1. Pendapatan-LO yang diperoleh berdasarkan peraturan perundang-undangan diakui pada saat timbulnya hak untuk menagih pendapatan
    a.2. Pendapatan-LO yang diperoleh sebagai imbalan atas suatu pelayanan yang telah selesai diberikan berdasarkan peraturan perundang-undangan, diakui pada saat timbulnya hak untuk menagih imbalan.
    (b) Pendapatan direalisasi, yaitu adanya aliran masuk sumber daya ekonomi: Pendapatan-LO yang diakui pada saat direalisasi adalah hak yang telah diterima oleh pemerintah tanpa terlebih dahulu adanya penagihan.
    Mengenai pendapatan pajak untuk masing-masing jenis pajak masih belum bisa kami sajikan disini karena memang belum ada pembahasan secara mendalam. Terima kasih.***

  13. assalamu alaykum
    maaf bu maw nanya lagi, ini mengenai LRA dan LO akibat dari penerapan akpem secara akrual. apakah dalam penyusunan LRA dan LO itu terpisah? atau pembuatan LRA dulu baru dilakukan penyesuaian untuk membuat LO? atau membikin LO dulu baru penyesuaian LRA?
    apabila ada kasus di suatu departemen,melakukan pembelian kendaraan dan pembayaran langsung dari Kas Negara kepada Pihak ketiga. bagaimana penjurnalan secara akrual pada departemen tersebut?
    terima kasih bu….

    ***Wah, saya sangat menghargai pertanyaan anda yang sudah sedemikian detil untuk akrual. Tentang penyusunan LRA dan LO nantinya ini sudah menjadi jatahnya pembuat sistem yang memikirkan, jadi memang belum dilakukan pembahasan secara mendalam mengenai ini di tingkat sistem. Kalau dari kacamata Standar yang jelas kita harus memnyusun dan menyajikan kedua laporan ini sekaligus. Tentang jurnal pembelian mobil ini juga tergantung dari sistem yang akan dibangun, namun menurut pendapat saya pribadi nantinya tidak akan terlalu jauh berbeda dengan jurnal di sektor komersial untuk menghasilkan LO karena di LO tidak akan diakui sebagai Beban Modal walaupun di LRA tetap ada Belanja Modal. Mohon bersabar dulu ya pak, kita tunggu kebijakan sistemnya nanti seperti apa. Terima kasih…***

  14. Bu, bgaimana cara utk menghasilkan sebuah laporan keuangan yg baik’

    ***Laporan yang baik adalah laporan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan sesuai dengan aturan yang telah ada. Kalau untuk pemerintahan, aturan kita adalah paket undang-undang di bidang keuangan negara, Standar Akuntansi Pemerintahan, dan Sistem Akuntansi.***

  15. bu jika berubah dari cash toward accrual ke akrual kira2 apa saja yang akan berubah dalam pencatatan jurnalnya..?

    terima kasih..

    ***Untuk jurnal atau sistem akan banyak mengalami perubahan pak, karena bentuk laporannya juga berubah semua…***

  16. Sebenarnya bu, untuk penyusunan laporan keuangan pemda itu yang lebih baik menggunakan basis kas menuju akrual atau murni akrual?
    terima kasih

    ***Basis yang disarankan untuk menghasilkan laporan keuangan yang lebih berkualitas adalah Akrual, dalam PP No. 24/2005 disebutkan bahwa bagi entitas yang sudah bisa menerapkan basis akrual lebih dini dipersilakan, namun jika belum silakan menggunakan basis Kas Menuju Akrual sebagai basis yang diberlakukan pada masa transisi. Terima kasih…***

    • perbedaannya sangat mendasar, karena menyangkut hulu transaksi sebelum dicatat, yaitu pengakuan pendapatan dan belanja. selain itu format laporan juga berubah, sehingga perlu perubahan sistem dalam mengakomodirnya. namun dalam pembuatan sistem dapat diupayakan sesederhana mungkin dan sesedikit mungkin perubahannya.
      persamaannya ya… kalau persamaan antara sap akrual dan CTA adalah untuk elemen neraca masih sama aturannya, relatif tidak berubah. terima kasih

  17. aslm
    bu saya mahasiswa yg lagi ngambil mata kul akpem. sungguh beruntung saya menemukan blog ini. terimakasih bu’.
    saya ingin tanya sejauh mana perkembangan Draft PSASP 12 Akrual di bahas? pengakuan pendapatan-LO yang ditulis diatas bagaimana implementasinya terhadap penerimaan negara. kalo pajak termasuk kategori penerimaan yang mana bu? 1,2 atau 3. bagaimana pula dengan penerimaan negara dari pabean? lalu mengenai laporan yang akan disajikan oleh pemerintah nantinya. bagaimana keterkaitan LRA yang cash basis dengan laporan operasional yang accrual? masihkah dibutuhkan rekonsiliasi LRA dengan neraca? (untuk pos2 belanja modal). LO ini gambarannya sebenarnya gimana sih bu? kalo diatas dibilang LO mirip dengan laporan R/L komersial, bukankah tujuan pemerintahan (negara) berbeda dengan sebuah perusahaan? gambaran keberhasilan (pengukuran) perusahaan umumnya langsung terlihat dari pencapaian laba atau rugi dan ratio2 keuangan lain. adakah pelaporan kinerja pemerintah dalam laporan ini? mengingat keberhasilan pemerintah lebih dilihat dari kinerjanya. ataukah laporan ini hanya memberi informasi ke-efektifan pemerintah dalam menjalankan operasinya?
    wah kebanyakan nih. maaf bu’. sori kalo muter2. maklum masih belajar. hehehe
    terimakasih
    wasalam

    • waalaikum salam
      saya sangat bahagia kalau ada yang bisa mengambil manfaat dari blog ini, terima kasih anda berkenan berkunjung. ngomong2 kita satu almamater dan bekerja di departemen yang sama ya..hehe..
      mengenai pertanyaan anda, memang sampai saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut. namun menurut saya, untuk pendapatan pajak ada 2 yang bisa kita akui, kalau WP membayar pajak berdasarkan self assessment mungkin lebih pas kalau masuk kriteria ketiga, namun kalau terbit SKP, mungkin lebih pas jika masuk kriteria pertama. ini jawaban saya pribadi dulu ya, nanti kalau ada perkembangan akan saya update.
      kemudian untuk LO, memang pemerintah tidak mengedepankan laba dan rugi, LO lebih ke arah penilaian bagaimana kinerja pemerintah. tentang hub LO dan LRA, kita nanti ada 2 paket pelaporan, yang pertama adalah laporan keuangan yang terdiri dari LO, Lap Perubahan Ekuitas, dan Neraca. yang kedua adalah laporan anggaran yang terdiri dari LRA dan Lap Perubahan SAL. dari sini mungkin bisa kita lihat bahwa Neraca nanti muara dari LO bukan LRA.
      mungkin sementara itu yang bisa saya sampaikan, semoga bisa menjawab pertanyaan anda, amin
      wass

  18. Salam kenal bu. Isi blog ini ttg SAP memberi manfaat yg banyak bagi saya. Tolong diinformasikan bila ada perkembangan atas SAP yg baru ini ya bu. Terima kasih.

  19. bu.,gimana caranya ikut PPAAKP.,kalau saya lihat pesertanya koq dari departemen semua? bagaimana untuk peserta yang dari daerah? trimakasih infonya..

    • ibu, target sementara ini satker pelaksana APBN, termasuk dinas yang melaksanakan dekonsentrasi. Usulan peserta diajukan melalui K/L yang membawahi dekonsentrasi tersebut… :)

  20. ibu.. salam kenal..
    apa keterkaitan IPSAS dengan SAP?
    SAk dg IAS.. ?
    semestinya ada persamaan dan perbedaaan mengenai butir2 yang diadopsi.. tolongbsa d jelaskan? Terima kasih =)

    • salam kenal juga :)
      saya mungkin hanya berkompeten untuk menjawab yg SAP ya. Kebijakan strategi pengembangan SAP adalah dengan mengadaptasi IPSAS (bukan mengadopsi). Pada dasarnya SAP kita saat ini berbeda basis dengan IPSAS (IPSAS akrual, SAP Kas Menuju Akrual), sehingga jenis laporan yg dihasilkan berbeda :)

  21. mw tnyak jd basis yang di gunakan pemerintah sekarang apa….
    terus mengapa memakai basis itu tidak menggunakan basis yang lain…
    trims

  22. assalamualaikum bu,,
    saya sedang bikin ktta akuntansi pemerintah, kebetulan saya akan membahas penerapan basis cash toward akrual pada laporan keuangan daerah,,
    pertanyaan saya bu,, kira2 data yang saya perlukan untuk mengetahui penerapannya itu apa yah bu??
    apa perlu data SKPP, SP2D, SSP, SSBP, ?
    makasih banyak sebelumnya bu..

  23. Halo Bu, saya mau numpang tanya.. kalau persamaan SAP berbasis cash towards accrual dengan SAP berbasis akrual itu apa saja ya? mohon dibantu ya Bu untuk menyelesaikan tugas… hehe… terima kasih ya Bu…

  24. Saya sangat tertarik dengan ulasan di blog ini terutama jawaban-jawaban yang Ibu berikan pada pertanyaan di komentar. Kalau Ibu berkenan, mohon jelaskan beberapa pertanyaan yang membingungkan saya:
    1. Apa beda LO dengan laporan yang telah dijalankan oleh KPPN?
    2. Apa saja beda CTA dengan full accrual?
    3. Apa kaitan antara LO,LRA,SAL,LAK dengan laporan posisi keuangan?
    4. Apakah adanya SAL menunjukan ketidakefisienan anggaran? alasannya?
    5. Apa beda konsep penyusutan di CTA dengan di full accrual?
    6. Mengenai BLU,Apakah Direkturnya bisa diangkat dari non PNS?
    7. Mengapa masih ada TGR yang terbuka? saran Anda?
    Terima kasih atas penjelasan Ibu. Sekali lagi bila berkenan,Ibu dapat menjawabnya di blog ini atau langsung ke imel saya karena penjelasan Ibu sangat saya harapkan.

  25. assalamualaikum..
    saya Feny bu,mahasiswa DIPLOMA 3 UNPAR…saat ini saya sedang mengumpulkan bahan presentasi saya yang topiknya Struktur & Elemen Akuntansi Pemerintah..dari topik itu ada 2 sub bab yang saya kurang mengerti,yang pertama mengenai akuntansi berbasis kas menuju akrual (yang sudah saya mengerti,setelah saya menemukan dan membaca blog ini),dan yg ke dua mengenai struktur kode rekening untuk kelompok akun keuangan.yang ke dua ini yang paling membuat saya bingung,tolong beri penjelasanya ya bu..muda-mudahan ibu bisa menjawab dan menjelaskan di blog ini atau langsung ke e-mail saya..hhehehehe..
    terimaksih banyak,,dan maaf sudah merepotkan..
    salam kenal ya bu..
    wasalam’mualikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s