Menghitung Biaya Pendidikan Anak

Bermacam teori tentang bagaimana cara menghitung biaya pendidikan anak, namun ada satu cara yang sederhana untuk kita yang ingin mempunyai gambaran kasar perlu biaya berapa masing-masing anak kita kelak.

Menurut buku Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak karya Safir Senduk, langkah yang perlu kita lakukan adalah:

1. Cari informasi biaya pendidikan anak anda saat ini. Informasi ini meliputi berapa biaya masuk TK, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi yang akan kita tuju. Kita cukup memperhitungkan biaya uang pangkalnya saja bila biaya bulanannya masih bisa kita anggap wajar untuk dikategorikan biaya rutin bulanan. Namun bila kita merasa perlu untuk mempersiapkan dana khusus karena biaya bulanan cukup besar maka hal tersebut harus kita masukkan sebagai hitungan total biaya pendidikan yang akan kita persiapkan, misalnya untuk biaya kuliah.

2. Kalikan dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan per tahun sampai dengan anak tersebut masuk sekolah. Anggaplah angka inflasi 10%, maka biaya masuk TK yang saat ini misalnya Rp 5 juta maka pada 4 tahun ke depan akan menjadi: Rp 5 jt x 1,1 x 1,1 x 1,1 x 1,1= Rp 8.052.550,00. Nah biaya inilah yang harus kita persiapkan per masing-masing tingkatan sekolah anak kita.

Setelah kita menentukan biaya tersebut, maka tinggal kita mencari cara untuk menabung sesuai karakteristik kita dalam berinvestasi, bisa melalui tabungan, deposito, saham, properti, barang-barang koleksi, emas, mata uang asing, reksa dana, ataupun asuransi. Selamat mencoba…

3 thoughts on “Menghitung Biaya Pendidikan Anak

  1. kalo gw ngitungnye gini :
    2 tahun lagi anak gw masuk SD…berarti 2 tahun lagi gw dah harus jadi kasie dengan grade 16😀
    begitu anak gw masuk SMP, papanya minimal dah jadi kasubdit, begitu die masuk SMA, terserah die mau masuk SMA dimana aja wong bapaknya dah jadi direktur dan komisaris dimana2 heehehehehe

    ***wah, oke juga tuh rencana persiapannya, tapi awas jangan sering-sering nyuci ya, ntar kalo garis tangan berubah gawat, bisa2 anak lo di TK terus lhawong bapaknya pelaksana terus hihihi…***

  2. setuju saya pun berharap demikian pola untuk mempersiapkan anak mulai sekaj usia dini. karena pendidikan mahal

    ***Benar, kalau tidak begitu kita pasti akan kelabakan saat harus mengeluarkan uang yang sangat besar. Terima kasih atas komentarnya***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s