Merapikan Gigi Anak dengan Kawat Gigi

Seorang anak perempuan yang bermasalah dengan kerapian giginya tentu sedikit menimbulkan rasa khawatir bagi orang tuanya, tentang bagaimana nasib ketika si anak dewasa nanti, apakah akan mengganggu karirnya, pergaulannya, atau bahkan yang terparah mungkin membuat si anak menjadi minder dan stress. Kasus yang terjadi pada Aida sama sekali bukan karena kami ingin ikut trend dimana sekarang banyak yang pasang kawat gigi biar keren, tapi memang karena giginya sangat tidak rapi.

Pada awalnya, kami khawatir Aida akan merasa kesakitan selama pemasangan kawat gigi. Hal ini beralasan, karena tidak sedikit teman kami yang selalu merasa ngilu giginya selama bertahun-tahun sampai kawat giginya dilepas, bahkan salah seorang teman pernah menangis karena tidak tahan rasa sakitnya. Waktu itu Aida akan naik ke kelas 6, dimana konsentrasi belajarnya tidak boleh terganggu, apa jadinya kalau setiap hari ia mengeluh. Tapi kalau menunggu sampai dia agak besar lagi, takutnya ya itu tadi, dia keburu minder.

Alhamdulillah, solusi ketidakrapian gigi anakku segera kutemukan dengan usaha yang tidak sedikit tentunya. Solusinya adalah drg. Gunarso Gunadi, Phd (ortho) yang berpraktek di Wisma Nusantara Lt 2 dan di Klinik Sasana Husada yang berlokasi di seberang RS Pusat Pertamina. Apa yang sebelumnya kutakutkan ternyata tidak terbukti. Sudah hampir setahun ini proses pemasangan kawat giginya, belum pernah dia mengeluh kesakitan. Dan yang menggembirakan perkembangan kerapian giginya pun berjalan pesat. Terima kasih dokter Gun..

3 thoughts on “Merapikan Gigi Anak dengan Kawat Gigi

  1. Bu, kalo aku dulu waktu kecil pake kawat kok malah jadi gak pede ya???tapi kalo sekarang aku malah pengen pake lagi, habis modelnya keren2..dah telat belom ya?

    ***tenang, apa sih yang ga bisa buat bu devi hehe.. sering kok aku ketemu sama orang2 yang seumuran kita, santai aja, sing penting pede kan??***

  2. Dear ibu,
    bahagia sekali bila kita menemukan solusi untuk anak2 kita. Memang penggunaan kawat gigi sekarang terkesan tren dan keren, tapi untuk yang TIDAK MEMBUTUHKANNYA sebaiknya jangan hanya ingin terlihat ngetren dan keren saja. Karena walaupun tidak ada rasa sakit, tetap ada efek samping yang perlu diwaspadai dari yang paling ringan seperti bau mulut sampai dengan karies lanjut setelah perawatan selesai.
    Selamat merapikan gigi…
    salam. Liza.

    ***Benar ibu, terima kasih atas komentarnya. Memang keputusan ini sebenarnya cukup berat bagi kami, karena tindakan medis apapun pasti ada efek sampingnya, namun karena Aida benar-benar membutuhkan maka kami sepakat untuk menjalaninya. Sedangkan untuk Risa dan Hafid kami tidak akan melakukan hal yang sama karena sampai saat ini masih aman. Terima kasih…***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s