Memilih Jenis Investasi

Anda tentu memiliki tabungan bukan? Di jaman sekarang hampir seluruh orang mempunyai tabungan, bahkan tidak sedikit yang uang gajinya langsung ditransfer ke tabungan. Selain praktis bagi pemberi kerja, sistem ini juga sangat membantu bagi kita yang sering merasa malas pergi ke bank untuk menabung di awal bulan karena pasti antriannya panjang. Padahal dengan memasukkan gaji ke tabungan dan hanya mengambil yang kita butuhkan saja akan sangat membantu kita dalam mengontrol pengeluaran serta memastikan kita masih ada uang yang “selamat” hingga akhir bulan. Tabungan ini merupakan salah satu jenis investasi yang bisa kita pilih. Selain tabungan, masih banyak jenis investasi lain seperti deposito, emas, saham, reksadana, asuransi, properti, dll.

Dalam menentukan jenis investasi, ada baiknya kita melihat dulu tujuan dari masing-masing dana yang kita kumpulkan ini. Coba kita lihat bagaimana contohnya. Misalnya dana yang kita sisihkan setiap bulan terbagi menjadi beberapa peruntukan yaitu biaya sekolah anak-anak, kurban, naik haji, beli rumah, beli kendaraan, biaya pulang kampung, biaya liburan, biaya pengobatan, dana cadangan, dll. Masing-masing dana ini kita kelompokkan mana yang diperlukan dalam jangka sangat pendek (bulan yang bersangkutan), jangka pendek (kurang dari 2 tahun), jangka menengah (2-5 tahun), dan mana yang untuk jangka panjang (di atas 5 tahun).

Setelah kita tentukan jangka waktu terpakainya, kita bisa mulai memilih mana jenis investasi yang sesuai. Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah untuk yang jangka sangat pendek kita bisa tetap masukkan dalam tabungan biasa dengan hasil saat ini sekitar 2% per tahun. Untuk yang jangka pendek, kita bisa coba dengan deposito yang memberikan bagi hasil/bunga yang lebih besar dibandingkan tabungan biasa namun memiliki risiko yang relatif tidak ada (untuk nilai sampai dengan jumlah tertentu, sesuai kebijakan penjaminan), yaitu sekitar 4% per tahun.

Untuk jangka menengah, kita bisa coba dengan investasi dalam pasar uang, misalnya obligasi pemerintah atau reksadana dalam pasar uang. Investasi jenis ini menghasilkan hasil investasi yang lebih besar dari deposito, yaitu sekitar 9% per tahun tetapi risikonya juga ada namun relatif kecil. Sedangkan untuk yang jangka panjang, anda bisa coba dengan reksadana campuran antara pasar uang dan saham atau kalau anda mempunyai tipe sebagai investor yang agresif bisa dicoba dengan investasi reksadana saham. Hasil yang didapat memang cukup menggiurkan, untuk yang campuran bisa sekitar 25% per tahun dan yang saham bisa mencapai 50% per tahun (catatan: ini adalah kinerja rata-rata manajer investasi tahun 2007, dan belum tentu akan menghasilkan angka yang sama tahun-tahun berikutnya).

Namun sekali lagi perlu diperhatikan, semakin besar hasil yang akan kita peroleh maka semakin besar risiko yang bisa saja kita tanggung. Mengapa yang campuran dan saham ini disarankan untuk investasi dalam jangka panjang, hal ini dikarenakan dalam jangka pendek nilai investasi kita akan sangat berfluktuasi alias naik dan turun dengan cepat dan tajam sehingga kalau kita tidak mencairkannya pada saat yang tepat yaitu pada saat nilainya sedang lebih tinggi dibandingkan pada saat kita menabung, maka kita akan mengalami kerugian bukannya keuntungan. Meskipun dalam jangka pendeknya naik turun dengan cepat dan tajam sesuai dengan perkembangan harga saham di bursa saham, namun trendnya selama ini dalam jangka panjang akan terjadi kenaikan. Untuk itu disarankan ditanamkan dalam jangka panjang. Untuk anda yang belum mempunyai pengalaman berinvestasi di pasar bursa, sebaiknya menyerahkan pengelolaan dana kita pada manajer investasi yang cukup punya nama dalam bentuk reksadana. Tidak perlu khawatir, sekarang banyak reksadana yang bisa dibeli dengan harga sangat murah mulai dari Rp200.000,00 saja, dan sudah banyak yang menawarkan reksadana syariah.

Bagi kita yang mempunyai tipe konservatif, hanya mempercayai tabungan dan deposito saja sebenarnya tidak masalah, yang terpenting kita mempunyai tabungan untuk masa depan kita. Namun yang perlu kita perhitungkan kembali adalah tingkat inflasi yang ada di negara kita yang tercinta ini, apakah tabungan yang kita persiapkan dapat menutup biaya yang akan kita keluarkan pada waktunya nanti? Kembali kepada anda, silakan memilih sendiri alternatif jenis investasi yang nyaman bagi anda. Selamat berinvestasi…

One thought on “Memilih Jenis Investasi

  1. tabungan memang salah satu alat investasi yang populer.

    ***Betul, tabungan memang yang paling awal muncul dibanding instrument lain, dan sudah terbukti mempunyai keunggulan seperti yang anda tulis dalam blog anda. Namun sekarang banyak muncul alternatif lain yang ternyata juga cukup berkembang dengan pesat. Untuk yang memerlukan alternatif2 tersebut bisa mencoba dengan mempelajari terlebih dahulu apa saja kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Terima kasih komentarnya…***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s