Antrian di Halte Busway

Mengantri di Halte Busway bagi para calon penumpang adalah suatu kewajiban yang want ga want harus dijalani, lha mau gimana lagi, dengan armada yang masih seuprit tentu kita harus melalui perjuangan panjang dulu untuk mendapatkannya. Memang akhirnya kita terbebas dari kemacetan yang luar biasa, namun waktu yang terbuang untuk mengantri ternyata juga luar biasa. Belum lagi di dalam busway, kita dipaksa untuk saling berjubel, mana kalau ngerem nggak kira-kira, wah, cape juga ya jadi rakyat jelata gini hehe…

Yang ingin aku tulis disini adalah sistem antrian di Halte Busway. Kalau dilihat di beberapa halte transit, para calon penumpang sangat banyak, berdesakan, dan begitu busway datang mereka saling dorong. Itu sudah tradisi. Mereka tidak sadar alangkah berbahayanya kebiasaan itu.

Pernah kami mengalami situasi yang benar-benar membuat kami naik darah. Saat itu kami sedang berlibur di Ragunan. Nah pulangnya karena rumah kami terlewati oleh jalur busway dari Ragunan ya pasti anak2 ribut minta naik busway saja. Pada saat kami antri di halte yang terlihat adalah separo calon penumpang adalah anak-anak. Busway yang dinanti tak kunjung datang, sehingga jubelan antrian tambah panjang. Di saat busway datang, apa yang kami takutkan terjadi, calon penumpang dari belakang mendorong penumpang yang di depan. Bisa dibayangkan betapa paniknya para orang tua melihat anaknya yang menjerit karena tergencet para calon penumpang dewasa. Astaghfirullah, apa jadinya bila sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Tentu anda yang pernah naik busway pernah juga melihat atau mengalami hal ini.

Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi kalau kita membudayakan kebiasaan antri dan membenahi sistem antrian yang ada. Sebagai pembanding saja, pada saat di Phillipina yang komposisi penduduknya tidak terlalu berbeda dengan kita, aku melihat budaya antri sangat bagus di sana. Di terminal, selalu terlihat antrian seperti ular di setiap jalur bis. Walaupun bisnya belum datang mereka tetap sabar mengantri dan nantinya akan masuk satu persatu secara tertib. Tidak terlihat sama sekali dorong mendorong, saling teriak dan memaki, atau hal-hal yang biasa kita temukan di Jakarta tercinta ini. Begitu hening dan teratur, indah sekali melihatnya.

Bila kita ingin seperti itu, mungkin sistemnya dulu yang kita benahi sehingga mengharuskan setiap orang antri dengan tertib. Salah satu solusi yang bisa aku share disini adalah di setiap halte busway perlu dibuat pagar antrian yang dijaga secara ketat. Pagar seperti yang kita temui di antrian teller bank ini sangat membantu untuk membuat kita masuk ke bis satu persatu. Memang harus dikondisikan dulu sebelum kita semua benar-benar mempunyai kesadaran yang tinggi akan budaya mengantri. Yok kita bersama membuat suasana nyaman, yang untung kita juga kok nantinya…

One thought on “Antrian di Halte Busway

  1. o…BEGITU CERITANYA DI HALTE JENG, SEREM TEMEN, PADAHAL ANAKKU MAU PRAKTEK NAIK BUS TRANS JAKARTA JE…HARUS HATI-HATI KALO BEGITU..

    ***Bisa aja sih bu kalo mau ngajak anak2, lihat sikon dulu tapi, paling tidak di saat halte sepi dan buswaynya juga sepi. Selamat mencoba ya…have a nice trip…***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s