Menemani Anak di Dunia Maya

Salah satu kekhawatiran terbesar yang dirasakan orangtua terhadap anak-anaknya yang bermain internet adalah adanya informasi yang bersifat pornografi. Informasi tersebut bisa berupa gambar, animasi, video klip, cerita, maupun iklan-iklan. Kekhawatiran ini wajar mengingat banyaknya situs dewasa yang secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan mempromosikan statusnya. Promosi tersebut kadang-kadang bahkan lewat banner pada situs-situs umum, semacam situs layanan e-mail gratis, atau attachment pada e-mail.

Menyikapi kekhawatiran semacam ini, perlukah anak-anak dilarang bermain internet sampai pada umur tertentu? Kalau di rumah sudah dilarang, bagaimana kalau mereka pergi ke warung internet? Jawabannya tergantung pada kondisi setiap keluarga.

Prinsipnya, orangtua memang harus mengawasi anak-anak dari pornografi, tetapi bagaimana cara yang tepat agar anak-anak mengerti maksud baik orangtua sehingga mereka dapat menjaga dirinya sendiri. Peran orangtua sangat penting dalam memberi pengertian kepada anak-anak tentang baik buruknya internet.

Ok sekarang kita bertumpu pada arus globalisasi yang tak pernah bisa dihindari dan internet merupakan salah satu media globalisasi yang susah dihindari. Masa kanak-kanak bagusnya digunakan buat belajar (termasuk belajar internet) mengenal internet, mengeksplorasi dunia maya.

Parlemen Eropa pekan lalu mengeluarkan proposal pembuatan domain baru, kid. Domain ini diharapkan bisa membantu memberi navigasi kepada anak-anak agar aman mengarungi dunia internet. Domai kid dikhususkan untuk situs berisi konten anak-anak. Situs ini secara reguler nantinya akan dimonitor badan independen. Dengan demikian, diharap anak-anak yang mengarungi dunia internet terjamin keamanannya.

Gagasan domain khusus situs anak ini muncul demi tujuan memberi tingkat keamanan tinggi kepada anak-anak yang kerap bersentuhan dengan konten internet berisi kekerasan dan pornografi. Cara lain yang dipandang perlu dalam mengamankan anak-anak dari bahaya dampak buruk internet adalah registrasi ketika akses. Saat masuk internet, orangtua akan ditawari filter yang user friendly yang bisa mengakses 260 juta situs berkonten pornografi.

Sekarang waktunya, penyedia jasa internet menawarkan kepada orangtua, filter otomatis untuk membantu anak-anak, ujar pembuat gagasan dari Parlemen Eropa, Marielle de Sancez. Wajar jika pergulatan menyelamatkan anak-anak dari dampak buruk internet makin gencar. Hasil studi Uni Eropa menunjukkan, satu dari tiga anak yang berselancar di dunia maya terkena pengaruh konten kekerasan dan pornografi internet.

Berikut tips bagi orangtua yang memiliki anak dengan rasa ingin yang tinggi:

  1. Pastikan anak-anak aman dari hal-hal yang tidak semestinya mereka terima ketika bermain internet. Anak-anak zaman sekarang sudah bisa berdialog dengan orang asing lewat internet. Baik melalui fasilitas chatting atau instant messaging seperti Yahoo Messenger. Anda bisa memberi tahu agar mereka jangan mengungkap identitas dengan jujur ketika chatting.
  2. Berkomunikasilah secara reguler dengan anak-anak. Berdialoglah, sesekali bantu mereka mengerjakan PR. Sekali anda lepas, mereka bisa melampiaskan dengan segala sesuatu hal yang negatif yang ada di internet.
  3. Jangan menempatkan komputer di kamar anak. Tempatkan di area publik seperti ruangan keluarga. Dengan begitu anda bisa mengontrol jika mereka sedang bermain internet. Banyak orang tua berpikir, sudah membantu anaknya dengan memberi mereka komputer dan koneksi internet. Padahal dampak yang diharapkan bisa saja terbalik.
  4. Pilihkan alamat email anak anda. Namun jika mereka chatting atau bermain instant messaging, jangan beri nama yang seksi karena bisa mengundang orang yang berniat buruk. Ingat, banyak predator di internet yang akan membujuk anak-anak dengan nama online seperti remajaseksi2008 atau cewek manis.

www.surya.co.id

2 thoughts on “Menemani Anak di Dunia Maya

  1. Bu, kok yang gogolians dulu itu ga ketemu lagi ya..lenyap ga ada jejaknya..kalo ada yang tahu info mesin mencari (saya pernah ga sengaja nemu kalo ga salah sih dari google)yang aman untuk anak2, kasih tau ya..

    ***Iya, belum nemu juga, anybody can help us?***

  2. Belum… saya juga belum nemu…
    Apakah sudah tidak aktif…
    hick hick… mudah-mudahan tidak…

    ***Iya bu, bahkan saya dulu pernah mendengar ada yang buatan anak negeri lho, jadi harusnya lebih efektif untuk anak-anak kita. Mohon info kepada para pembaca ya…thx***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s