Berebut Turunkan Standar

Dikutip dari Indo Pos Rabu, 14 Mei 2008.

Ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) SD dan MI se-DKI mulai digelar kemarin pagi. Karena standar nilai diserahkan kepada sekolah, sejumlah pengelola sekolah memilih memberlakukan standar nilai minimal. Tujuannya jelas, agar para siswa yang mengikuti ujian bisa lulus seluruhnya.

Seperti yang terjadi di SD Kebon Jeruk 12 Pagi yang berlokasi di Jalan Raya Kebon Jeruk RT 003 RW 013. Jakarta Barat. Di sekolah tersebut, nilai kelulusan minimal dipatok 3. Begitu juga yang terjadi di SDN Percontohan Komplek IKIP Jakarta yang berlokasi di Jalan Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur. Di sekolah tersebut, nilai minimal kelulusan dipatok 4,6 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, nilai 4 untuk Matematika, serta Ilmu Pengetahuan Alam minimal 4,5.

Dipatoknya nilai standar kelulusan minimal itu lantaran pihak sekolah tidak mau ambil risiko. Sebab, jika nilai yang dipatok ternyata lebih tinggi dibanding kemampuan siswa, dikhawatirkan banyak siswa tidak lulus. Namun, hal itu tidak berlaku bagi sekolah favorit.

SDK Sang Timur yang berlokasi di Jalan Karmel Raya No. 2 Kebon Jeruk misalnya. Sekolah tersebut dengan pede berani mematok nilai minimal kelulusan 6. Kami menetapkan nilai standar minimal 6 itu karena dari hasil try out diperoleh nilai rata-rata 8,3. Jadi kalau dipatok minimal 6, tidak masalah. Siswa tetap bisa mencapai di atas nilai minimal itu, ujar ketua Yayasan Sang Timur Perwakilan Jakarta-Banten Maria Helaria saat mendampingi sidak pelaksanaan UASBN di SDK Sang Timur bersama Askesmas Aurora Tambunan serta Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Sukesti Mertono kemarin.

Menurut Sukesti, diberikannya kebebasan masing-masing sekolah untuk menentukan standar nilai minimal itu lantaran samapi saat ini belum ada standar secara nasional. Penentuan itu lebih pada kebijakan sekolah dalam mengukur kapasitas kemampuan siswa. Apalagi, dari hasil nilai yang diperoleh, digunakan untuk melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya.

Selama belum ada ketentuan secara nasional, tidak masalah. Kan bukan hanya hasil UASBN patokannya, ungkapnya di sela-sela sidak di sejumlah SD kemarin.

Dijelaskan, di antara kriteria kelulusan itu, peserta ujian telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Siswa memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran. Seperti mata pelajaran agama dan akhlak mulia, mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, mata pelajaran estetika serta mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan. jadi intinya, peserta lulus ujian sekolah atau madrasah serta lulus ujian UASBN. Kelulusan itu ditentukan oleh sidang dewan guru. Merekalah yang menentukan, ungkapnya. Dalam UASBN kali ini, jumlah siswa yang terdaftar sebagai peserta sebagai 143.104 siswa. Siswa SD sebanyak 130.651 siswa dan MI sebanyak 12.359 siswa serta SDLB 94 siswa.

Untuk menghindari kecurangan selama ujian, guru yang mengajarkan mata pelajaran yang sedang diujikan dilarang keras berada di lingkungan sekolah saat pelaksanaan UASBN berlangsung. Selain itu, untuk pengawas ujian dibuat dengan sistem silang. Sekolah SD diawasi guru MI, sementara sekolah MI diawasi guru SD.

Menurut Asekesmas AuroraTambunan, hasil UASBN tersebut bukan satu-satunya santar kelulusan. Sebab, lulus tidaknya siswa ditentukan hasil selama proses belajar disekolah. Sehingga, mesti standar kelulusan ditentukan oleh masing-masing sekolah hal itu bukan berarti merendahkan standar kemampuan siswa. Besar kecilnya standar kelulusan disesuaikan dengan kondisi sekolah dan siswa. Mau diterapkan standar minimal 1 juga boleh. Tapi kan nanti ada standar untuk masuk SMP, terangnya

Menurut Kasudin Diknas Jakarta Barat Soeparlan K, khusus untuk siswa yang menjalani ujian di tahanan tercatat ada 30 siswa. Seluruhnya masuk di SD 03, Kalideres, Jakarta Barat. Standar kelulusan yang ditetapkan juga tidak jauh berbeda dengan sekolah lainnya. Untuk yang sakit belum banyak laporan yang masuk, ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s