Tiga Keranjang Uang Keluarga

EUREKA
(Edukasi dan Ulasan Perencanaan Keuangan) Pengasuh: Tim
Indonesia School of Life (In-School) http://www.in-school.org/
Andrias Harefa, Roy Sembel, M Ichsan, Heru Wibawa, Parpudi Lubis

Rasanya persoalan dalam kehidupan ini tidak pernah ada hentinya di mana pun kita berada. Demikian pula dalam kehidupan finansial. Ketika kita telah memiliki penghasilan yang stabil bahkan bertambah sesuai dengan karier, kita masih akan menghadapi persoalan. Persoalan itu adalah apakah kita mampu memanfaatkan uang yang dengan susah payah kita kumpulkan itu sesuai dengan tujuan hidup kita.
Realitas kehidupan adalah keterbatasan pemasukan dibandingkan dengan tujuan/impian/cita-cita finansial. Hal ini haruslah menyadarkan akan pentingnya mengatur arus kas baik bagi kepentingan jangka pendek apalagi untuk tujuan jangka panjang. Keduanya harus dilakukan secara bersama-sama, simultan dan terencana, karena kegagalan mengatur arus kas berarti juga kegagalan mengatur jalan kehidupan finansial yang akan berujung pada kegagalan seluruh kehidupan finansial, tidak peduli berapa pun besar penghasilan dan kekayaan yang telah dicapai.
Pengaturan arus kas harus mampu mengintegrasikan antara tujuan-tujuan finansial dengan proyeksi penghasilan dan pengeluaran, dengan mengarahkan segala kemampuan finansial secara maksimal guna mencapai tujuan finansial jangka pendek maupun jangka panjang.
Kami melihat ada tiga keranjang uang yang penting dalam keluarga. Keranjang pertama adalah keranjang uang untuk kebutuhan hidup keluarga (jangka pendek). Keranjang kedua adalah keranjang uang untuk menjaga aset bernilai tinggi yang dimiliki keluarga seperti sumber pendapatan keluarga, rumah tinggal dan mobil untuk alat transportasi (jangka panjang). Dan keranjang uang ketiga adalah keranjang investasi yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang seperti kebutuhan hari tua (masa pensiun) atau kebutuhan biaya pendidikan anak.
Jumlah dan tempat di mana keranjang uang itu berada haruslah sesuai dengan tujuan keuangan secara keseluruhan. Karena memegang/mengalokasikan uang pada tempat yang tidak sesuai dengan tujuan keuangan akan menimbulkan akibat jelek, apakah kehilangan kesempatan penambahan nilai uang atau kesulitan mengeluarkan uang pada saat memerlukannya.

Keranjang Uang PERTAMA
Fungsi utama Keranjang pertama adalah untuk memenuhi kebutuhan likuiditas untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal.
Jumlah keranjang uang pertama yang kami sarankan adalah kebutuhan bulanan Anda ditambah dengan kurang lebih 3-6 kali kebutuhan bulanan. Dengan alokasi 10% uang tunai, 40% tabungan dan 50% deposito dengan variasi jangka waktu 1, 3 dan 6 bulan.
Misalkan kebutuhan bulanan Anda adalah Rp 10 juta maka dalam keranjang pertama minimal harus ada dana sebesar Rp 10 juta ditambah dengan Rp 10 juta x 3, atau sejumlah Rp 40 juta. Nilai maksimal keranjang pertama dalam hal ini adalah Rp 70 juta (Rp 10 juta + Rp 10 juta x 6).
Produk keuangan yang dapat dipergunakan untuk tujuan pengaturan keranjang pertama antara lain: cash/bank notes, giro, tabungan, Kartu ATM, Kartu Debit, Kartu Kredit. Pilihan jenis produk yang sesuai tentu saja tidak akan sama pada setiap orang, karena hal itu akan sangat tergantung dari kondisi keuangannya.

Keranjang Uang KEDUA
Seperti halnya orang lain, kami adalah orang-orang yang memiliki pemikiran yang positif dan kami selalu berharap bahwa semua keadaan akan terus baik bagi kita semua. Akan tetapi, kenyataannya bahwa tidak semua hal sesuai dengan apa yang Anda harapkan. Realitasnya, kehidupan mungkin memburuk, benar-benar buruk. Orang-orang kehilangan pekerjaannya, pernikahan yang telah dibina bersama berantakan, bisnis atau usaha menjadi bangkrut dan mungkin saja tulang punggung keuangan keluarga sakit atau malah meninggal dunia. Semua ini sering kali terjadi. Kenyataannya bahwa tidak setiap keluarga siap bila hal ini terjadi.
Tidak ada cara untuk menghindar dari itu semua. Semua hal ini mungkin terjadi dan ada kejadian yang pasti terjadi. Akan tetapi, tidak ada alasan bagi Anda untuk bingung dan rendah diri. Bila Anda mengetahui bahwa ada kejadian-kejadian yang sangat mungkin terjadi maka Anda sebagai keluarga dapat mempersipkannya. Dengan begitu, Anda memiliki kekuatan secara keuangan bila hal ini terjadi. Memiliki ”rencana B” akan memberikan rasa aman bagi Anda. Nah, inilah Keranjang kedua yang harus dipersiapkan.
Jika terjadi kematian pada seseorang, sementara orang tersebut adalah pencari nafkah utama di dalam keluarganya, maka akan hilanglah sebagian besar pendapatan, atau mungkin bahkan seluruh pendapatan yang diterima oleh keluarga. Yang kemudian terjadi dalam waktu dekat akan terbayang sebuah keluarga yang tidak mendapatkan atau berkurang pemasukan bulanannya secara signifikan.
Akibat yang segera dirasakan adalah tingkat kesejahteraan hidup dan standar gaya hidup mulai terganggu, apalagi jika kemudian datang berbagai tagihan utang almarhum, tagihan kartu kredit, tagihan biaya pengobatan yang belum dibayar, biaya pemakaman, dan sebagainya. Jangankan mereka yang sama sekali tidak memiliki asuransi jiwa, keluarga yang sudah membeli asuransi jiwa pun masih mungkin terganggu secara finansial jika tiang penopang utama keluarganya meninggal dunia.
Menurut hemat kami ada faktor-faktor yang perlu Anda pertimbangkan dan diperhitungkan ketika seseorang (Anda) merencanakan untuk membeli asuransi. Berikut, empat hal yang dapat dipertimbangkan sebagai faktor yang perlu diperhitungkan dalam menentukan jumlah uang pertanggungan, Pertama, berapa jumlah utang yang Anda miliki?; kedua, berapa banyak aset/harta yang Anda tinggalkan untuk keluarga?; ketiga, berapa lama aset tersebut dapat menghidupi mereka tanpa harus menurunkan standar gaya hidup mereka?; dan keempat, berapa banyak dana yang diperlukan untuk membiayai kehidupan anak-anak Anda sampai mereka menjadi dewasa dan mandiri, termasuk biaya pendidikan mereka?
Selain proteksi asuransi jiwa, rumah tempat Anda dan keluarga tinggal merupakan aset yang sangat penting dan sangat berharga, oleh karenanya menjaga kelangsungan atas aset ini perlu juga menjadi pertimbangan. Jangan sampai kecelakaan merusak tatanan serta kelangsungan hidup keluarga. Jadi, Anda dan pasangan perlu melihat dan mempertimbangkan dengan matang dalam memutuskan proteksi ini.

Keranjang Uang KETIGA
Membangun kesejahteraan harus dilakukan secara bertahap dan dilaksanakan secara reguler. Banyak orang yang sukses mencapai kesejahteraan karena mereka umumnya menetapkan tujuan keuangan yang diinginkan. Dan merencanakan proses pencapaian tujuan tersebut dengan membangun sebuah portofolio yang baik dan dilakukan untuk jangka waktu yang panjang.
Kami yakin, dengan memiliki perspektif jangka panjang, investasi yang kita tempatkan akan memberikan tingkat risiko yang lebih rendah. Salah satu cara untuk mengidentifikasi tingkat risiko adalah dengan menghitung tingkat fluktuasi pergerakan harga dalam jangka panjang. Dengan menahan investasi dalam jangka panjang, tingkat keuntungan Anda akan lebih stabil atau fluktuasinya rendah yang berujung terhadap menurunnya tingkat risiko.
Nah, konsep utama yang perlu diperhatikan dalam Keranjang Uang Ketiga adalah Diversifikasi dan Investasi reguler.
Tentunya kita pernah mendengar satu kalimat ”don’t put your eggs in one basket”. Apa arti dari kalimat tersebut? Bahwa kita jangan menempatkan semua dana yang kita miliki hanya dalam satu jenis aset saja. Karena bila terjadi kerugian maka kita mengalami kerugian besar. Dari sudut pandang alokasi aset, kalimat di atas berarti mengurangi risiko portofolio dengan menambahkan jenis aset lain yang berperilaku berbeda dengan aset yang Anda miliki da-lam portofolio. Hal ini biasa disebut sebagai diversifikasi portofolio.
Teori diversifikasi didasari oleh kenyataan bahwa nilai beberapa aset akan naik dan turun secara bersamaan dan beberapa aset lain nilainya bergerak ke arah yang berbeda. Faktor-faktor independen di luar dari karakteristik dari sebuah investasi, seperti keadaan ekonomi, politik dan kejadian sosial bisa mempengaruhi nilai investasi tersebut.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa risiko portofolio tidak dapat dihilangkan secara tuntas, tapi bisa dikurangi dengan membuat sebuah portofolio yang terdiversifikasi di mana di dalamnya terdiri dari jenis aset berbeda-beda yang nilainya secara historis bergerak ke arah yang berbeda atau bergerak ke arah yang sama, tapi dengan perbedaan besar dan kecilnya perubahan yang terjadi.
Strategi yang dapat membantu Anda mengembangkan Keranjang Uang KETIGA dengan keterbatasan penghasilan bulanan adalah dengan melakukan strategi dollar cost averaging.
Strategi ini dilakukan dengan investasi secara sistematik dan berkesinambungan dalam jangka panjang, yang pada akhirnya memberikan harga rata-rata yang rendah dan membantu Anda mening-katkan keuntungan secara menyeluruh.
Mengapa melakukan strategi ini? Karena tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi dengan pasar di masa datang. Berinvestasi reguler setiap bulan akan memberikan potensi keuntungan yang lebih baik bagi mereka yang relatif rendah tingkat toleransi risikonya.
Strategi ini bisa atau biasa digunakan bila berinvestasi dalam saham atau reksadana dengan unsur saham, seperti reksadana saham dan campuran. Sebagai contoh, Anda menginvestasikan dana dalam bentuk reksadana saham. Anda bermaksud menginvestasikan secara reguler setiap bulan sebesar Rp 1 juta.
• Total Investasi selama 7 bulan = Rp 7.000.000
• Jumlah total Unit yang dibeli = 2.997,63
• Nilai rata-rata NAB = 2.425
• Harga NAB rata-rata yang didapat = 2.350,86 (7.000.000/2.997,63)

Dari contoh nilai NAB di atas terlihat keunggulan strategi dollar cost averaging. Dengan menginvestasikan dana dalam jumlah yang sama untuk periode waktu tertentu, investor atau Anda akan memperoleh jumlah unit yang didapat setiap pembelian dengan harga yang berbeda. Akan tetapi, dengan berjalannya waktu nilai NAB rata-rata yang diperoleh investor menurun di mana nilai rata-rata NAB lebih besar dibandingkan dengan Harga NAB rata-rata yang didapat. Contoh di atas hanyalah untuk ilustrasi belaka dan tidak bermaksud mengindikasikan performa salah satu investasi.
Secara esensi maka strategi ini sangat cocok bagi mereka yang memiliki perspektif perencanaan jangka panjang dan memiliki pemasukan reguler setiap bulan dan sebagian dialokasikan untuk tujuan masa depan dengan maksud berinvestasi dalam keadaan pasar naik maupun turun.
Keranjang-keranjang Uang ini sebaiknya dibangun dengan tahapan sesuai dengan keranjangnya. Keranjang pertama menjadi prioritas pertama, kemudian kedua dan terakhir adalah keranjang Ketiga atau Investasi. Langkah ini dapat dibangun dengan bertahap dan dilakukan secara berkesinambungan. Semoga bermanfaat.

2 thoughts on “Tiga Keranjang Uang Keluarga

  1. mari membangun negara kita dengan pereknomian yang jujur dan sejahtera dan mampu meyimbangi dengan perekonomian negara lain, jadi orang yang selalu dan selalu bertanggungjawab atas semua keuangan negara

    ***Terima kasih atas komentar anda…***

  2. hidup ini indah jika kita diberikan kepercyaan harus selalu di laksanakan dan mencintai semua pekerjaan jangan ada lagi disclaimer untuk keuangan hidup indonesiaku

    ***Amin, terima kasih atas komentar anda…***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s