Puasa Pertama Hafid

Alhamdulillah, kemarin Hafid sudah mulai belajar puasa. Saat bangun untuk sahur masih harus dengan penuh perjuangan, segala macam cara harus dilakukan hehe.. (termasuk membangunkan kakak-kakaknya, ternyata sama saja). Setelah bangun, untung ada Eko Patrio di RCTI, jadi bisa membuat dia melek dan terbahak-bahak. Begitu melihat mangkok yang biasa digunakan untuk makan, langsung protes berluncuran dari mulutnya, seakan-akan hilang sudah penjelasan yang kami coba utarakan jauh hari sebelumnya (mungkin karena dia belum pernah mengalami, jadi Hafid seakan-akan tetap nggak ngeh apa yang akan terjadi di bulan puasa). “Kok makan sih, ini kan malem..” Ya sudah, terpaksa harus diulangi lagi penjelasan tentang puasa yang makan dan minumnya dialihkan ke malam hari. Tidak berhenti sampai di situ, beberapa ada pertanyaan lagi yang harus dijawab.

Sayangnya aku tidak bisa mendampinginya melalui pengalaman puasa hari pertamanya ini. Terima kasih untuk Mbak Erna yang dengan sangat sabar dan telatennya menjaga Hafid. Kata Mbak Erna, seharian Hafid rewel banget, pertanda nggak kuat nahan lapar dan haus. Namun selalu hilang setelah dibujuk dan dialihkan perhatiannya. Akhirnya sempat minum air putih sekali. Dan yang lucu, beberapa kali minta gosok gigi (alih-alih ngilangin haus, karena kalau gosok gigi selama ini selalu diminum semua baik pasta gigi -yang aman bila tertelan- maupun air kumurnya). Semuanya kami maklumi, puasa tentu merupakan hal yang sangat berat bagi Hafid yang tidak pernah mau diam, apalagi terbiasa makan 4 kali sehari. Antara tega dan tidak tega sih, melihat perjuangannya kemarin, tapi mengingat dulu Aida dan Risa saat TK kelas A sudah belajar puasa, kayanya justru Hafid yang agak telat belajarnya. Semoga hari ini dan seterusnya Hafid bisa tahan terus puasa sampai Maghrib seperti kemarin (yah, bolong-bolong dikit okelah hehe..). Ya Allah, berikanlah kemudahan bagi anak-anak kami dalam proses pembelajaran mereka, amin ya rabbal alamin..

2 thoughts on “Puasa Pertama Hafid

  1. Aamiiin… Hwah, minum pasta gigi Mbak???

    ***Hehehe… begitulah, untung ada pasta gigi yang aman bila tertelan. Cuma kalo niat banget nelannya gimana ya.. Don’t try this at home hahaha…***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s