Nabung Lagi di Reksadana

Harga saham dua hari kemarin benar-benar merosot tajam, menembus angka terendah selama setahun terakhir. Pagi ini sih sudah mulai merangkak sedikit. Melihat situasi seperti ini, bisa dibayangkan betapa anjloknya nilai investasi dalam reksadana terutama yang berbasis saham. Tapi, aku melihatnya sebagai suatu peluang, bukan ancaman. Kalau diibaratkan kita beli barang, saat seperti ini ibarat sedang ada diskon harga besar-besaran. Sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan. Walaupun duit di tangan pas-pasan, tapi niat hati sudah bulat untuk tidak mengabaikan kesempatan ini, sehingga tetap aku paksakan untuk menabung lagi hari ini. Yah, semoga masih dapat NAB terbaik, sehingga jika nantinya IHSG beranjak membaik maka demikian pula dengan nilai investasiku, tinggal memetik hasilnya hehe..

Dari beberapa artikel yang pernah aku baca sih, meskipun kita memanfaatkan strategi membeli di saat harga rendah dan menjual kembali saat harga tinggi, ternyata hasil terbaik akan kita dapatkan dengan menabung secara berkala, kerugian bisa diminimalisasi. Berdasarkan pendapat ini, strategi top up (membeli) secara berkala ini aku terapkan sebagai startegi utama, namun jika ada saat-saat emas melintas seperti ini aku juga menerapkan top up tunggal selain top up reguler yang berkala. Semoga keadaan semakin membaik, sesuai dengan hasil survey dari situs yang diperkenalkan oleh saudara Ryan, dalam salah satu artikel yang ditulis oleh Dunkz menyatakan ada bulan-bulan dimana return IHSG akan sangat rendah dan sangat tinggi dari pengalaman selama beberapa tahun, yaitu sebagai berikut:

Dari daftar ini bisa sedikit kita jadikan patokan, berarti kalau harga saham sempat terkoreksi seperti saat ini kita tidak perlu panik dan malah menarik semua uang kita. Bagaimanapun juga, investasi dalam reksadana terutama ditujukan untuk jangka panjang, jadi sabar saja, toh nanti juga akan naik kembali.. Ok, selamat menabung lagi ya…

3 thoughts on “Nabung Lagi di Reksadana

  1. Reksadana… lagi-lagi pengin, tapitapitapi… Mbak Farida posting aja yang banyak soal ini ya, tar aku sambil belajar😀.

    ***Kalo yang ini aku sudah mulai praktekkan, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Tapi memang akhirnya setiap ada kejadian yang berpengaruh pada reksadanaku aku jadi tahu, oo begini ya yang dimaksud orang dengan a b c dst. Gak perlu modal besar kok buat mulai, persis spt tabungan atau deposito biasa. Selamat belajar juga ya…***

  2. Hmmmm… Semua ada plus minusnya. bermain saham, easy come easy go. bermain reksadana, ya… harus bersabar-sabar untuk menikmati interest dan atau gainnya.

    High risk, high income. kalo ada duit, lebih baik beli saham sekarang aja terutama yg blue chip. harga saham sekarang pada rontok coz kena imbas dari krisis subprime mortage nya amerika. bahkan bank terbesar ke 4 di paman sam –Lehman Brothers Bank– menyatakan pailit alias bankrut.

    aQ yakin kalo minggu depan harga saham kita dah mulai stabil. Gubernur BI ‘n menkeu telah melakukan langkah2 antisipasi.

    Selamat berinvestasi…

    ***Iya, amin, hari ini udah mulai naik lagi, semoga terus membaik karena faktornya dari luar bukan dari kinerja saham kita. Terima kasih…***

  3. Assalamualaikum.

    Hati-hati, reksadana itu riba, kata Al-Quran, Alloh dan rasulnya akan memerangi pelaku riba. Kalo yang merangi Alloh, mau lari kemana kita?
    Kata sebuah hadits, dosa riba yang paling kecil adalah seperti orang yang menzinahi ibu kandungnya sendiri !!!!!!.
    Dan zaman sekarang semua terkena riba, minimal terkena debunya (apa ya??). Mungkin sepengetahuan saya debu yang dimaksud Nabi SAW adalah uang kertas. lho…

    Kalo ada uang lebih, belikan dinar saja. Nilainya terus bertambah setiap tahun (bila dibandingkan dengan rupiah). Saya ingat kata orang tua saya dulu emas 1 gram harganya 2.500. Sekarang berapa???
    Tapi kalo dibandingkan harga kambing nilai emas tidak berubah (lho… kok bisa).
    Iya bener. Menurut sebuah hadits jaman Nabi Muhammad harga satu kambing kurang lebih 1 dinar (satu dinar menurut wakalanusantara.com hari ini Rp.1.351.303)
    Sekarang harga kambing yang ukuran sedang sekitar Rp. 1 jutaan. jadi inilah dia mata uang yang anti inflasi dan deflasi. selama 1400 tahunan harganya hampir-hampir tidak berubah. Silakan search di internet dengan kata kunci: “dinar dirhan” untuk menambah pengetahuan anda.
    Tapi kalo sudah pintar, jangan menumpuk dinar dirham. Ingat hari dimana tidak berlaku lagi dinar dan dirham. Jangan lupa tetangga sekitar. Klo masih berat sedekah, tanam modal kepada tetangga sekitar yang kurang mampu. Sehingga mereka bisa buka usaha kecil-kecilan semisal dagang rujak dan pecel.
    Maaf jika dirasa terlalu kasar.
    Tapi saya jujur kok.
    He…he…he

    Wassalamualaikum

    ***Terima kasih, saya sangat menghargai masukan anda…***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s