Masa Kecil yang Indah

Kalau Andrea Hirata mengenang masa kecilnya melalui kacamata dunia pendidikan, aku juga sering mengenang masa kecilku melalui kacamata kesenian. Aku merasa sangat beruntung berada di masa dan tempat yang tepat. Pertengahan tahun 80-an (waduh, ketahuan jadulnya hihihi…), banyak yang tersisa dalam ingatanku. Saat itu aku tinggal di suatu gang kecil yang ternyata para remaja dan anak-anaknya sangat mencintai kesenian, entah itu tarian tradisional, tarian modern, breakdance, menyanyi, puisi, drama, sampai segala macam karnaval diikuti. Sangat kompak kami pada saat itu.

Setiap sore, kami berkumpul di tanah lapang yang lokasinya di tengah pemukiman. Disana kami berlatih untuk mempersiapkan suatu pementasan (dimana pun ada lomba atau pergelaran kami pasti mendaftar…panggung 17 Agustusan tak pernah absen pula kami selenggarakan).  Malamnya setelah belajar biasanya ada kumpul-kumpul untuk menari breakdance. Ramai, seru, dan aku yakin kegiatan seperti itulah yang pas untuk menyalurkan energi kami yang sedang puncak-puncaknya. Fun, melatih fisik, positif, kreatif, pokoknya yang baik-baik deh…

Manfaat positif yang sampai sekarang aku rasakan adalah berani tampil di depan khalayak ramai, jadi menghargai seni, dan yang pasti banyak piagam dan piala yang berjejer di kamarku saat itu. Saat ingin kuulang masa itu dengan anak-anakku sekarang, sepertinya sangat sulit. Sekarang apa-apa dinilai dengan uang dan dibisniskan. alau mau berlatih menari, menyanyi, menggambar, apapun, ya caranya hanya dengan khursus, les, ekskul yang notabene ujung-ujungnya duit juga. Sedih…

2 thoughts on “Masa Kecil yang Indah

  1. saia juga sedih bu…
    kenapa baru tahu sekarang kalau bu fafa bisa nari breakdance, kalo tahu dari dulu ya mesti tak paksa2 nari to ya:mrgreen:
    tunjukin sisa2 masa kejayaannya donk bu..
    menari, menyanyi, menggambar, apapun…
    tp ga pake nunggu 17 agustus ya….

    ***Gini ya om, karena kekompakan kami sudah sangat solid, setiap penampilan selalu ada pembagian tugas yang merata, ada yang bagian dance-nya, kebetulan aku yang kebagian break-nya hihihi…***

  2. hahaha….bener juga mbak, dan dulu segala macam latihan adalah gratong, paling2 modal kostum panggung…
    tapi kata om tan3 juga aku setuju..besok2 kalo ada acara yg pentas2 gitu, mbak dapet tugas nari aja…eh, tapi mc-nya siapa dong…ya, nari sama mc…

    ***Boleh, dengan catatan aku teuteup yg jd break-nya ya…***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s