Multiple Intelligence Research (MIR)

Tadi pagi kami menghadiri acara Orientasi Orang Tua Siswa Baru SDIT Insan Mandiri tempat Hafid akan menempuh pendidikan dasarnya. Dalam acara yang berlangsung singkat dan padat tersebut, kami diberikan penjelasan oleh Direktur  Pendidikan Yayasan Rahmatan Lil’Alamin, Bapak Karim Santoso, S.Pd, M.Si, tentang salah satu metode penilaian kepribadian seorang anak yang mungkin masih sangat jarang diterapkan secara umum. Nama metode tersebut adalah Multiple Intelligence Research (MIR).

Metode inilah yang dipakai oleh SDIT Insan Mandiri untuk mengenal para calon anak didiknya. Dalam metode yang diperkenalkan oleh Howard Gardner ini, ditemukan bahwa setiap anak pasti mempunyai potensi, tinggal bagaimana lingkungannya menggali bakat, spesialisasi, dan profesinya nanti. Bakat, spesialisasi, dan profesinya nanti akan terungkap dengan sendirinya melalui kebiasaan atau perilaku anak yang sering dilakukan berulang-ulang. Potensi anak ini bisa dikategorikan menjadi kecerdasan bahasa, gerak, musik, gambar, angka, alam, bergaul atau kecerdasan diri. Dari sanalah sekolah akan mencoba menemukan “cara” apakah yang paling tepat untuk setiap individu, karena individu A bisa saja kecerdasan terbesarnya adalah musik, sedangkan B adalah bahasa, dan seterusnya.

Yang membuat kami terharu adalah komitmen yang disepakati oleh pihak sekolah pada saat menerima calon murid baru, yaitu pendaftar pertama yang mendaftar sampai dengan batas waktu yang telah ditetapkan pasti akan diterima menjadi murid SDIT Insan Mandiri. Tidak ada pendaftaran gelombang II dan seterusnya. Satu hal yang dipegang teguh oleh pihak sekolah dalam menetapkan kebijakan tersebut adalah setiap anak pasti mempunyai kelebihan (berdasarkan metode MIR tadi), seorang anak hanya digali berdasarkan potensi pribadi bukan berdasarkan perbandingan antara satu anak dengan anak yang lain.  Subhanallah, suatu metode penilaian yang luar biasa, kalau dibandingkan dengan metode lain yang lazim diterapkan dimana seorang anak harus melewati nilai tertentu untuk bisa dikatakan “cerdas” atau memenuhi kualifikasi tertentu untuk diterima di suatu sekolah atau kelompok.

Semoga kami mendapatkan sekolah yang tepat untuk Hafid, sekolah yang mempunyai semangat untuk mengembangkan potensi setiap anak. Tidak heran jika sampai dengan Semester I TA 2008/2009 kemarin (6 tahun sejak sekolah berdiri), prestasi yang diraih SDIT Insan Mandiri di tingkat internasional sampai dengan tingkat wilayah hingga membuahkan 257 piala dan piagam. Selamat belajar anakku, selamat berkarya bapak-bapak dan ibu-ibu guru SDIT Insan Mandiri, semoga rahmat Allah SWT selalu terlimpah untuk kita semua, amin…

19 thoughts on “Multiple Intelligence Research (MIR)

    1. silakan menghubungi SDIT Insan Mandiri ya…kami sendiri tidak tahu persis format yang dipakai, kami hanya mengikuti wawancara dan menerima hasilnya. terima kasih

  1. Alhamdulillah di sekolah kami pun, Al Jannah akan segera menerapkan konsep MIR. Hari ini, selasa, 26 Januari 2010, sedang dilaksanakan tes untuk memilih para calon interviewer MIR. Salut buat SDIT Isan MAndiri.

    1. wah, alhamdulillah…sebagai tambahan info saja pak, sebagai orang tua siswa, kami secara pribadi sangat puas dengan bentuk tes seperti ini. sama sekali jauh dari pola diskriminasi, setiap anak dihargai dengan potensi masing-masing, pembandingan dengan anak lain bisa diminimalisir, sehingga membuang rasa minder pada anak2.

  2. 2 hari yg lalu disekolah anak kami SDIT Assalam baru dibuka penerimaan siswa baru dengan metode MIR, bagi saya metode ini adalah hal baru yang saya dengar. sekarang saya sedang berusaha menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang metode MIR. boleh saya tahu apa minat menonjol dari putra ibu setelah membaca hasil dari MIR…??

    1. Ibu Eva, mohon maaf sekali komentar Ibu terlewatkan oleh saya, baru saya lihat waktu saya cek komentar2 yang ada. Sekali lagi mohon maaf..:)
      Hafid mendapat nilai tertinggi untuk Intrapersonal Skill nya bu, dia memang mudah bergaul, cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, alhamdulillah, hal ini yang membuat dia tidak mengalami kesulitan pada saat masuk sekolah di SDIT Insan Mandiri, bahkan dalam beberapa hal menurut Ibu Gurunya inginnya tampil sebagai pemimpin. Demikian Ibu sharing saya… bagaimana dengan ananda?

    1. dari info yang pernah saya dapatkan bisa, malah sangat bermanfaat bila dilakukan di usia seperti itu, untuk menentukan sebaiknya kuliah di bidang apa, atau akan mengambil profesi di bidang apa. terima kasih sudah berkunjung🙂

  3. ass.wr.wb
    anak saya br msk tk,disekolahny jg bakal ada tes MIR,klo boleh tau tesny itu bgmana n wkt wawancara apa saja yg ditanyakan? Terima kasih..

    1. wa’alaikum salam wr. wb.
      menurut pengalaman saya, tes MIR menyeluruh ibu, selain anaknya dites aktifitas misalnya menyusun gambar, mencari perbedaan, dll, orang tua juga akan diwawancara seputar kebiasaan anak. tes ini kalau saya perhatikan ingin menggali kekuatan terbesar anak ada di mana, sehingga pendekatan saat belajar bisa lebih efektif.🙂

  4. Perkenalkan nama saya Arie wibowo, disini saya sebagai Kepala Cabang Primagama Rawasari, Jakpus. Saya cuma ingin menambahkan Informasi mengenai Multiple Intellegence. Berbicara tentang bakat/potensi, Primagama mempunyai cara untuk mendeteksi bakat seseorang dengan menggunakan scan sidik jari. dengan alat ini maka setiap orang dr umur 2,5 tahun s.d. 90 thn bisa diketahui Multiple Intellegence, Gaya Belajar, Karakter Komunikasi, Kepekaan Belajar, dll. Untuk lebih jelasnya bisa menghubungi 021-4263922. Bisa juga membuka http://www.dmiprimagama.com

  5. Setahu saya test sidik jari itu untuk mengetahui bakat/potensi/kecerdasan alami/bawaan anak sejak lahir (sifatnya statis, karena sampai tua pun sama)…. sedangkan MI lebih melihat jenis kecerdasan anak (bukan tingkat kecerdasannya spt test IQ ) dan gaya belajar anak, antar lain : Gaya belajar Visual (lebih dominan menggunakan indra penglihatan, seperti gambar, tulisan), Gaya belajar Auditorial (dominan menggunakan indra pendengaran, yaitu berupa bunyi, suara, musik atau pembicaraan lisan), dan Gaya belajar Kinestetik (dominan belajar dengan praktek langsung, gerakan) — Hasil MIR dapat berubah (dinamis) sedangkan Hasil Test Sidik Jari sifatnya tetap (statis)

  6. Pak Munib Chatib murid langsung Howard Garnerd (penemu metode Multiple intelligence) setahu saya tengah giat-giat memperkenalkan metode tersebut di indonesia. untuk mengetahu lebih lanjut tentang aneka ragam kecerdasan manusia sekaligus bagaimana cara mengetahui kecerdasan domminan pada anak bisa baca buku “sekolahnya manusia” Munib Chatib.
    selain itu karya-karya beliau yang sudah dibukukan: gurunya manusia, orangtuanya manusia, sekolah anak-anak juara.
    saya tidak kenal secara langsung dengan beliau. walaupun demikian saya sangat terinspirasi setelah membaca buku buku tersebut.
    dengan harapan semakin banyak guru yang lebih apresiatif terhadap kecerdasan muridnya yang beraneka ragam. sehingga, kecerdasan tidak hanya sekedar cukup di nilai oleh angka-angka semata….

  7. semoga saja sdit insan mandiri punya komitmen dgn visi n misi nya… digali potensi “setiap” bakat anak2 didik siswanya…bukan hanya konsep diawal saja… aamiin yra…

  8. Alhamdulillah, pagi tadi kami juga sosialisasi hasil pemetaan peserta didik baru menggunakan MIR bersama tim dari Airlangga Bojonegoro. Alhamdulillah mencoba jurus Pak Munif Chatib. Insyaalllah di SD Muhammadiyah 2 kami siap menggali potensi anak didik seoptimal mungkin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s