Penandatanganan SPAN: Sebuah Tonggak Baru Reformasi Keuangan Publik

Liputan Penandatanganan Kontrak SPAN Depkeu dan LG CNS Co. Ltd

Jakarta, perbendaharaan.go.id – Penandatanganan kontrak Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) menandai sebuah tonggak baru pada reformasi keuangan publik. Ini bukanlah akhir dari proses yang telah dimulai sejak tahun 2003, namun merupakan awal dari sebuah upaya menuju sistem informasi keuangan yang terintegrasi.
Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan, Mulia P. Nasution pada sambutannya mewakili Menteri Keuangan dalam acara penandatanganan kontrak SPAN antara Departemen Keuangan (Depkeu) dan LG CNS Co. Ltd Korea Selatan, Jumat (10/7) di Gedung Prijadi, Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan (DJPBN).
Hadir dalam acara tersebut antara lain Dirjen Perbendaharaan, Herry Purnomo; Staf Ahli Menkeu Bidang Penerimaan, Agus Supriyanto; Staf Ahli Menkeu Bidang Pengeluaran, Marwanto; Staf Khusus Menkeu bidang Teknologi Informasi, Bobby A. A. Nazief; wakil dari Dirjen Anggaran, Rahmat serta pejabat-pejabat lain lingkup Depkeu. Sementara itu, hadir dari pihak LG CNS Co. Ltd., Duta Besar Republik Korea mewakili Menteri Strategi dan Keuangan Pemerintah Korea, Mr. Kim Ho Young; Country Director of Export-Import of Korea, Mr. Jun Si Duk; Vice President LG CNS, Mr. Ki Hyun Cho dan pejabat-pejabat LG CNS Co ltd. lainnya. Turut hadir perwakilan dari World Bank seperti Lead Economist Bank Dunia, Mr. William Wallace, Senior Advisor on Public Financial Management, Mr. Vijay Ramachandran serta para konsultan SPAN lainnya.
Acara penandatanganan  dimulai dengan laporan Bapak Bobby A. A. Nazief tentang perkembangan SPAN dan ruang lingkup dari kontrak yang akan ditandatangani hari itu. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa terkait dengan penyempurnaan SPAN, terdapat dua kegiatan utama lainnya yang dilakukan yaitu Business Process Improvement (Penyempurnaan Proses Bisnis), dan Change Management and Communication (Komunikasi dan Manajemen Perubahan) disamping pengadaan SPAN IT Development yang akan dikontrakkan dengan LG CNS Co Ltd. tersebut. Kedua kegiatan tersebut, akan mendukung proses integrasi perangkat lunak dan keras yang ada di Ditjen Anggaran dan Ditjen Perbendaharaan. Disampaikan pula bahwa Business Process Improvement juga didukung dengan kegiatan jasa konsultansi yang sudah dimulai sejak 10 Juni 2009.
Selanjutnya, Bapak Mulia P. Nasution dalam arahannya mewakili Menteri Keuangan mengatakan bahwa sistem ini nantinya akan mengintegrasikan fungsi-fungsi yang ada pada manajemen keuangan publik seperti perbendaharaan, pengelolaan hutang, pengelolaan aset dan penerimaan. Secara khusus, SPAN akan mendukung penerapan performance based budgeting di Ditjen Anggaran dan sistem pembayaran dan manajemen kas di Ditjen Perbendaharaan. Penerapan SPAN merupakan amanat Paket Undang-undang bidang Keuangan Negara untuk terwujudnya prinsip “international best practices” pada pengelolaan keuangan publik.
Sedangkan, Duta Besar Republik Korea dalam sambutan berbahasa Korea, Inggris, dan Indonesia, menyatakan bahwa pemerintahnya akan memberikan perhatian khusus dan dukungan penuh pada pelaksanaan SPAN di Departemen Keuangan.
Kontrak multiyears (8 tahun) yang akan berakhir di tahun 2017 ini dibiayai melalui pinjaman Bank Dunia dan rupiah murni pendamping. Kontrak ditandatangani oleh Kasubdit Transformasi Bisnis Eksternal Direktorat Transformasi Perbendaharaan (TP) DJPBN, Sudarto dengan saksi-saksi Setjen Depkeu, Dirjen Perbendaharaan, Direktur SP DJA mewakili Dirjen Anggaran, Duta Besar Korea untuk Indonesia dan Project Manajer LG CNS Co ltd. Kontrak tersebut meliputi pengadaan SPAN IT Development yang terdiri atas lima komponen yaitu Data Center and Disaster Recovery Centre Fit-Out, Cabling Installation, WAN installation, Collaboration Environment Implementation dan COTS Solution for Mof. Sistem ini mencakup keseluruhan kantor pusat dan daerah di Ditjen Perbendaharaan, Pusintek dan Ditjen Anggaran sebagai pengguna dari proyek tersebut serta lima satker di Kementerian Keuangan, Kesehatan, Pendidikan Nasional, Pekerjaan Umum dan Pertanian sebagai pilot project.
Pada kesempatan ini, perbendaharaan.go.id melakukan wawancara dengan tiga pejabat eksekutif dari LG CNS Co. Ltd yaitu Vice President LG CNS bidang Public Business Division 1, Ki Hyun Cho; Vice President LG CNS bidang Enterprise Solution Business Unit, Ha Young Mok dan Presiden Director LG CNS Indonesia, Byung-Il Park. Berikut translasi wawancara dalam bahasa Korea, Indonesia dan Inggris tersebut.
Apa yang akan LG CNS dikerjakan dalam 1-3 tahun ke depan?
Kihyun Cho: Kami akan membangun sistem yang dikenal dengan Enterprise Resource Planning (ERP) untuk mendukung pelaksanaan SPAN di lingkungan pengguna (DJA dan Ditjen PBN). Sistem tersebut akan dibangun sesuai dengan standar internasional dan Bank Dunia serta proses bisnis yang berlaku di Ditjen Perbendaharaan. Untuk mendukung proses tersebut, kami membutuhkan perhatian dari para pejabat terkait.
Dalam kajian Anda, apa kelemahan pada sistem yang ada saat ini?
Kihyun Cho: Terlebih dahulu kami akan melakukan analisa yang mendalam terhadap sistem yang ada. Dalam 3 tahun pembangunan sistem ERP, di dalamnya termasuk analisa dan desain. Selanjutnya masa implementasi selama 4 bulan dan disusul dengan 5 tahun masa garansi.
Apa saja yang termasuk dalam kontrak?
Kihyun Cho: Secara umum ada dua yaitu perangkat lunak dan perangkat keras.
Penerapan ERP di sektor publik masih relatif jarang dibandingkan di sektor swasta. Negara mana, khususnya negara berkembang, yang telah mengimplementasikan ERP?
Kihyun Cho: Vietnam dan Korea. Sistem ERP ini menghasilkan dua manfaat yaitu transparansi dan efisiensi.
Indonesia berbeda dengan negara-negara tersebut baik secara geografis maupun secara infrastruktur. Bagaimana perusahaan Anda menghadapi tantangan ini?
Byung-Il Park: Dalam pengerjaan SPAN, kami bekerja sama dengan banyak perusahaan terkemuka, termasuk perusahaan lokal. Dukungan penuh dari mereka turut membantu pembangunan sistem ini.
Saat ini Departemen Keuangan telah memiliki sistemnya sendiri. Apa yang akan terjadi pada sistem yang sudah ada ini?
Byung-Il Park: ERP telah dibangun dengan mengikuti standar internasional. Disadari bahwa masing-masing negara memiliki perbedaan. Oleh karena itu, penyesuaian masih dimungkinkan untuk menampung kebutuhan lokal tersebut. Namun, sebaiknya perbedaan yang timbul tidak terlalu besar dengan “best practice” yang berlaku di dunia internasional agar manfaat ERP dapat maksimal. Proses bisnis yang dilaksanakan idealnya sejalan dengan ERP yang dibangun.
Bagaimana dengan perangkat kerasnya?

Byung-Il Park: Perangkat keras yang ada masih dapat digunakan.
Bagaimana Anda menilai perbedaan antara sistem yang ada saat ini dengan standar internasional?
Ha Young Mok: Ukurannya berbeda-beda. Ada beberapa bagian yang memiliki sedikit perbedaan, ada juga yang perbedaannya relatif besar. Secara khusus, kami akan melakukan analisis yang mendalam terhadap hal ini.
Apa yang harus dilakukan untuk menjamin lancarnya proses perubahan ini?
Ha Young Mok: Dibutuhkan pelatihan, komunikasi dan manajemen perubahan serta dukungan dari pihak-pihak yang terkait.

Oleh : Dody Dharma Hutabarat (Dit. TP) dan foto oleh Frangky J. Pasuhuk (Dit. SMI)

One thought on “Penandatanganan SPAN: Sebuah Tonggak Baru Reformasi Keuangan Publik

  1. mbak, saya Aang Kunaefi Mahasiswa STAN, kebetulan saya lagi buat tugas akhir mengenai SPAN, bisa minta data ga mbak tentang perbedaan antara existing system ama SPAN??
    urgent mbak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s