Laporan bagi Satuan Kerja Pempus Selain SAI

Hmmm…kalau membicarakan ini rasanya maleesss banget…hehe… Laporan utama satuan kerja pemerintah pusat memang Sistem Akuntansi Instansi, karena laporan inilah yang nantinya akan dijadikan laporan pertanggungjawaban dan akan diaudit oleh BPK-RI. Namun ternyata laporan yang harus dihasilkan bukan hanya itu saja. Banyak sekali PP yang mengharuskan pembuatan laporan terkait dengan laporan keuangan. Laporan-laporan tersebut kalau aku lihat sebenarnya saling tumpang tindih, artinya data yang dihasilkan sebenarnya sama dengan SAI, namun ada beberapa tambahan yang mengharuskan dibuatnya satu aplikasi tersendiri. Hal ini berdampak pada waktu pengerjaan menjadi bertambah, bahkan kadang personil yang harus menangani ini juga bertambah. Laporan-laporan tersebut antara lain:

  • Laporan Realisasi PNBP

Laporan ini sebenarnya sama dengan laporan realisasi pendapatan pada SAI, hanya saja menggunakan aplikasi yang berbeda (TPRPNBP). Data Estimasi atau Target Pendapatan dapat diinput dalam aplikasi ini, untuk kemudian diimpor ke aplikasi RKA-K/L untuk diusulkan menjadi estimasi pendapatan di DIPA. Sedangkan untuk data realisasi, inputan data ini seharusnya bisa diambil dari SAI pada saat kita mengisikan data yang sama. Kalau ini bisa dilakukan mungkin tidak terlalu memberatkan satker. Hanya saja masalahnya, penyampaian Laporan Keuangan versi SAI ternyata mempunyai batas waktu yang lebih lama dibandingkan TPRPNBP. Inilah yang menjadikan Satker harus mengisi dulu data di TPRPNBP, baru menginput di SAI. Selain menjadikan pekerjaan yang sama dilakukan ulang, ternyata data yang masuk juga belum tentu sama. Sangat disayangkan bila terjadi seperti ini. Kalau dilihat dari mekanisme penginputan data dan pengiriman, aplikasi ini cukup mudah dan tidak banyak masalah. 

  • Laporan Triwulanan Pelaksanaan Kegiatan

Laporan berdasarkan PP39/2006 yang diminta oleh Bappenas ini juga menggunakan aplikasi. Laporan ini bertujuan melakukan monitoring atas kinerja suatu instansi. Hanya saja, karena dalam DIPA indikator kinerja sangat global untuk suatu kegiatan, maka sangat sulit untuk menentukan berapa prosentase pencapaian atas suatu kegiatan, walaupun akhirnya dicoba untuk ditetapkan secara prorata. Aplikasi untuk pembuatan laporan ini sangat sulit. Seringkali satker tidak berhasil melakukan instalasi, penginputan, bahkan yang lebih parah lagi penggabungan. Masukan ini telah disampaikan kepada Bappenas, semoga ada tindak lanjut secepatnya. Amin.

  • Laporan Pelaksanaan Kegiatan-Pinjaman dan Hibah Luar Negeri

Laporan ini merupakan laporan pemantauan realisasi Pinjaman dan Hibah Luar Negeri yang dilakukan oleh Bappenas atas instansi-instansi yang menerima bantuan atau hibah luar negeri. Tidak hanya realisasi keuangan namun juga realisasi kegiatan dan jika masih dalam tahap pengadaan maka pemantauan dilakukan pada masing-masing tahapan dalam pengadaan tersebut. Laporan ini dikerjakan dengan format excel biasa, tidak ada aplikasi yang disediakan.

7 thoughts on “Laporan bagi Satuan Kerja Pempus Selain SAI

  1. “Laporan-laporan tersebut kalau aku lihat sebenarnya saling tumpang tindih”

    bukankah sejak dulu kala, itu masalah utama negeri ini boi🙄
    koordinasi, kerjasama, gotongroyong, mana kata2 indah dalam buku saku Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila itu….

    pamit sik lah:mrgreen:

  2. emmm begitu ya?
    moga saran ini bisa jadi masukan, sehingga cukup 1 laporan aja.
    toh nantinya sumber segala sumbernya dari input RKAKL moga hasilnya cukup 1 bisa u/ semua

  3. Asyik juga ya klu jadinya saling tumpang dan saling tindiih, mestinya biar semangat para plaksana akuntansi dan penyusun laporan diberi tambahan, biar nggak males sepertti saya. …. eh ada yang punya moto ” no money no job” wah paraaaah dah ditambah akrual mrual tambah ribet dah…, eh mbak bikinya (laporan akrual) gimana sih, aku belum paham nich?

    1. hehehe…no money no job ya… kalo di swasta no job no money..
      bikin lap akrual sebenernya ga semenakutkan yg dikira.. kuncinya pastikan belanja dan pendapatan thn ini adalah belanja dan pendapatan yg benar2 terjadi tahun ini. bukan pendapatan th lalu yg dibayar th ini, pendapatan th depan yg diterima th ini, dsb. kalo itu udah terdeteksi, kurangkan atau tambahkan dari belanja dan pendapatan yg secara kas kita akui (yg muncul di LRA sekarang) dengan mengisi formulir informasi akrual di CaLK. angka yg sama jurnal di neraca sebagai penambah/pengurang utang/piutang. itu saja sih sebenernya…semoga bs membantu yaaa…

  4. Aplikasi SAI berbeda konsepnya dengan Aplikasi TRPNBP,..aplikasi SAI tidak bisa membuat input detail per satuan X tarif ( PP tarif ) X kurs X volume yang perhitungan seperti itu hanya ada dari Aplikasi TRPNBP,dan kepentingan untuk perencanaan target PNBP tidak sama dengan konsep estimasi pendapatan PNBP di SAI yang notabenenya mencantumkan saldo PNBP TAYL itu jelas berbeda sekali dengan konsep Rencana Target di Dit PNBP DJA.TRPNBP domainnya adalah data target 1 tahun kedepan tidak include saldo PNBP TAYL…Itu makanya Aplikasi TRPNBP itu hadir melengkapi kekurangan Aplikasi SAI……mau dibilang tumpang tindih sebenarnya juga tidak cuma melengkapi sistem yang belum lengkap mau nggak mau ya harus dibuat karena tuntutan DPR yang nuntut Data Target itu harus detail.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s