Soal Open Book Melatih Anak Berpikir Cerdas

Dikutip dari: http://www.sdit-insanmandiri.net

Ditulis oleh Munif Chatib

Rabu, 11 November 2009 11:48
Biasanya untuk mengukur kemampuan kognitif anak kita terhadap bidang studi, alat ukurnya adalah tes. Kalau nilai hasil tes baik, maka anak kita dianggap ‘pinter’ atau ‘pandai’. Sebaliknya jika hasilnya rendah atau jelek, dia dianggap kurang mampu, lebih kasar lagi diistilahkan ‘bodoh’. Berdasar hal di atas akhirnya ‘tes’ menjadi makhluk yang amat penting dalam keberhasilan anak-anak kita. Lebih jauh berkenalan dengan ‘tes’, ternyata sangat beragam keberadaannya.

KONTEN TES

Menurut kontennya, tes mempunyai kelas-kelas. Kelas paling rendah adalah ‘pengetahuan’. Ciri-ciri tes pada kelas ‘pengetahuan’ antara lain biasanya isi tesnya membutuhkan jawaban hafalan. Biasanya jawabannya tunggal, tidak memberi kesempatan jawaban yang lebih luas. Dan instruksi yang sering digunakan adalah ‘multiple choice’, atau ‘benar dan salah’.

Kelas kedua adalah tes ‘pemahaman’. Pada tes ini mulai anak kita diminta menjelaskan dengan bahasanya sendiri, atau memberikan contoh-contoh. Anak kita diasah untuk mampu membandingkan (menunjukkan persamaan dan perbedaan), mengidentifikasi karakteristik, mengeneralisasi, dan menyimpulkan.

Kelas ketiga adalah tes ‘aplikasi’. Anak kita diminta mampu menceritakan sebuah kondisi yang terjadi. Anak kita diminta menjelaskan manfaat dari sebuah masalah, apabila masalah itu mampu diceritakan. Anak kita mampu menerapkan rumus, dalil atau prinsip terhadap kasus-kasus nyata yang terjadi di lapangan.

Kelas keempat adalah kelas ‘analisa’ yaitu mengasah kemampuan mengklasifikasi, menggolongkan, memerinci, mengurai suatu obyek.

Kelas kelima adalah kelas ‘sintesa’, yaitu soal yang mengasah kemampuan memadukan berbagai unsur atau komponen, menyusun, membentuk bangunan, mengarang, melukis, menggambar dan sebagainya.

Kelas keenam adalah kelas kelas ‘evaluasi’ yaitu soal yang mencakup kemampuan menilai (judgement) terhadap obyek studi menggunakan kriteria tertentu.

CARA MENJAWAB TES

Secara praktis, proses menjawab tes dibagi menjadi 2, yaitu CLOSING BOOK dan OPEN BOOK. Tes yang dilakukan dengan CLOSING BOOK ternyata mempunyai dampak-dampak sebagai berikut:
• Memberikan kondisi psikologis bahwa tes itu sangat parsial, yaitu hanya selembar kertas yang isinya ada sebuah pertanyaan yang harus di jawab. Bukan berparadigma tes itu adalah maslah keseharian dalam hidup yang harus diselesaikan.
• Memberi peluang besar untuk konten tes atau soalnya pada kualitas tes pada kelas rendah, yaitu kelas terendah ‘pengetahuan’.
• Menghilangkan daya analisa dan sintesa anak-anak kita. Sehingga pola perilaku anak kita yang terbangun akan sangat pragmatis dan robotik.
• Melahirkan hasil-hasil yang bias terhadap kemampuan anak kita sebenarnya.
• Memperbesar kesempatan anak kita tidak jujur, sebab dengan closing book dan muatan soal yang 5 W (Who, What, When, Why, Where) anak kita cenderung mencontoh atau membuka buku saat ujian (‘ngerpek’).

Berbeda dengan OPEN BOOK, anak-anak kita akan mengalami banyak hal yang positif, antgara lain:
• Membawa dampak positif bahwa anak akan diberi masalah, bukan soal, sehingga mereka pada menit awal merasa penasaran untuk bisa mnyelesaikan masalahnya.
• Langsung menghindari soal-soal dengan kualitas kelas paling rendah yaitu kelas ‘pengetahuan’
• Mendorong anak-anak berpikir kritis, kreatif dan berpikir tingkat tinggi. Kalau hal ini terus dibiasakan maka anak kita akan cerdas.
• Menjadikan anak kita mencintai membaca buku, sehingga budaya baca akan terpacu terus.

Jika OPEN BOOK ini diterapkan maka tidak akan muncul tes-tes seperti di bawah ini:
• Tahun berapa perang Pangeran Diponegoro?
• Siapkah yang menculik Soekarno menjelang kemerdekaan?
• Di kota manakah nabi Muhammad di lahirkan?
• Sebutkan lapisan-lapisan atmosfir bumi?
• Sebutkan alat-alat pencernaan makanan?
• Dan lain-lain

Soal-soal yang menantang dengan OPEN BOOK, antara lain:
• Jika lambung seseorang itu sakit tidak bisa bekerja, apa yang terjadi dengan makanan kita?
• Apa yang anda lakukan jika di sekolah anda terjadi gempa bumi?
• Dan lain-lain

Finlandia adalah negara dengan kualitas pendidikan yang terbaik di seluruh dunia. Di sana setiap guru jika melakukan tes, semuanya dengan cara OPEN BOOK. Dan hasilnya luar biasa.
Dengan membaca artikel ini, saya mengharap pada semuan teman-teman guru untuk memberanikan diri membuat sosal tes yang dikerjakan oleh siswa secara OPEN BOOK. Insyaallah akan banyak keajaiban dan anak didik ktia akan tumbuh menjadi manusia yang cerdas.

3 thoughts on “Soal Open Book Melatih Anak Berpikir Cerdas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s