Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA)

Istilah Sistem Akuntansi Instansi (SAI) aku rasa cukup akrab di kalangan penyusun Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LK-K/L) dari jenjang terkecil satker hingga level kementerian. SAI merupakan sistem yang dibangun untuk menghasilkan LK-K/L yang terdiri dari SAK (Sistem Akuntansi Keuangan) untuk pembukuan dari sisi uang, dan Simak BMN (Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara) untuk pembukuan dari sisi barang. Nomenklatur SAK pada masing-masing jenjang berbeda, namun untuk Simak BMN sama. Nomenklatur SAK tersebut adalah:

  • pada satker/UAKPA (Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran) adalah SAKPA (Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran),
  • pada UAPPA-W (Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran-Wilayah) adalah SAPPA-W (Sistem Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran-Wilayah),
  • pada UAPPA-E1 (Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran-Eselon 1) adalah SAPPA-E1 (Sistem Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran-Eselon 1
  • pada UAPA (Unit Akuntansi Pengguna Anggaran) adalah SAPA (Sistem Akuntansi Pengguna Anggaran)

Laporan keuangan yang dihasilkan oleh SAK ini adalah Laporan Keuangan sesuai dengan PP 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) Lampiran II yang berbasis Kas Menuju Akrual. Laporan-laporan untuk K/L tersebut meliputi:

  • Laporan Realisasi Anggaran
  • Neraca
  • Catatan atas Laporan Keuangan

Namun sesuai amanat SAP, akuntansi berbasis Kas Menuju Akrual tersebut hanya berlaku hingga akhir tahun 2014 ini. Mulai tahun 2015 kita akan menginjak era baru, akuntansi berbasis Akrual. Perubahan utama antara basis Kas Menuju Akrual dengan basis Akrual terletak pada titik pengakuan/pencatatan, dimana untuk pendapatan dan belanja yang semula diakui/dicatat jika ada kas yang masuk/keluar ke/dari Kas Umum Negara, nantinya akan dicatat pada saat hak/kewajibannya timbul tanpa melihat apakah uang kas sudah masuk/keluar Kas Umum Negara atau belum. Dampaknya, Laporan Keuangan akan berubah, untuk K/L laporannya akan meliputi:

  • Laporan Operasional
  • Laporan Perubahan Ekuitas
  • Neraca
  • Laporan Realisasi Anggaran
  • Catatan atas Laporan Keuangan

SAK tidak dapat mengakomodir keseluruhan laporan tersebut karena SAK diniatkan untuk mengakomodir akuntansi berbasis Kas Menuju Akrual. Idealnya, pada saat basis Akrual ini nanti diterapkan, aplikasi pendukung telah siap. Aplikasi dimaksud adalah SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) yang merupakan sistem terintegrasi untuk memproses seluruh transaksi di K/L, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan anggaran, maupun pertanggungjawaban. SAKTI nantinya akan terhubung dengan sistem besar yang namanya SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara) yang saat ini di beberapa provinsi telah diterapkan. Namun hingga saat ini, SAKTI ternyata belum siap untuk diluncurkan karena berbagai kendala teknis terkait besarnya cakupan transaksi dan jumlah satker yang ada di pemerintah pusat republik ini.

Sementara menunggu SAKTI siap, SAK yang ada dimodifikasi untuk menghasilkan Laporan Keuangan K/L sesuai amanat SAP Berbasis Akrual, namun belum dapat mengakomodir pencatatan by transaction, baru sebatas by report atau penyesuaian akhir periode saja. Jadi untuk sementara jurnal harian Akrual belum diterapkan. Aplikasi modifikasi untuk SAK ini nantinya akan kita kenal dengan istilah SAIBA (Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual). Karena merupakan modifikasi dari SAK, maka tampilan, menu, dan cara penginputan akan sangat mirip dengan SAK. Yang berbeda dari SAK nantinya, di SAIBA akan nampak hal-hal berikut:

  • Laporan Keuangan yang tadinya 2 (LRA dan Neraca) akan bertambah menjadi 4 (LRA, LO, LPE, dan Neraca)
  • Buku Besar terbagi menjadi 2 : Buku Besar Kas dan Buku Besar Akrual. Buku Besar Kas ini untuk menghasilkan LRA. LRA saat ini masih berbasis kas karena penganggaran kita masih berbasis kas. Sedangkan Buku Besar Akrual untuk menghasilkan LO, LPE, dan Neraca yang berbasis Akrual
  • Terdapat menu tersendiri untuk mengakomodir pencatatan/penjurnalan Penyesuaian akhir periode.

Tahun ini, Program Percepatan Akuntabilitas Keuangan Pemerintah (PPAKP) yang biasanya diselenggarakan selama 3 minggu untuk mempelajari SAK dan Simak BMN, akan diubah strateginya dengan mempersingkat waktu menjadi sekian hari saja untuk mempelajari SAIBA untuk persiapan Tahun 2015. Demikian sekilas info tentang SAIBA, semoga bermanfaat🙂

3 thoughts on “Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s